panjikendari.com – Sulkarnain Kadir, Selasa 22 Januari 2019, resmi dilantik sebagai Wali Kota Kendari definitif, setelah 10 bulan menjabat sebagai Plt wali kota pasca-Adriatma Dwi Putra (ADP) tersandung kasus hukum bersama ayahnya Asrun.

Sulkarnain dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra.

Setelah seremoni pelantikan, Sulkarnain menggelar ramah tamah bersama tokoh masyarakat serta jajaran pemerintah Kota Kendari di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kendari. Turut hadir dalam acara tersebut istri ADP Siska Karina Imran bersama Sri Yastin Asrun yang tidak lain adalah istri dari Asrun.

Di hadapan para tamu undangan, Sulkarnain secara singkat menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan cita-cita dan harapannya dalam mewujudkan Kota Kendari sebagai daerah yang berkembang serta sejajar dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Sulkarnain memohon doa dan dukungan dari masyarakat Kota Kendari agar tanggung jawab besar yang diberikan dapat dilaksanakan untuk bisa memenuhi seluruh harapan masyarakat Kota Kendari.

“Kami sadari betul bahwa tidak mungkin tugas yang begitu besar ini akan bisa kami laksanakan seorang diri. Kami sangat membutuhkan dukungan, kerja sama, dan sinergitas dari seluruh elemen masyarakat Kota Kendari, seluruh stakeholder. Karena dengan kita bersatu dengan mensinergikan seluruh potensi yang ada, Insya Allah meskipun berat akan kita bisa hadapi bersama-sama.

Karena itu, Sulkarnain mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan potensi yang ada dalam mewujudkan Kota Kendari yang maju, sebagai kota yang layak huni.

Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Tenggara, kata dia, Kota Kendari harus bisa bersinergi dengan jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat RT/RW, tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat provinsi bahkan sampai pada tingkat nasional.

“Inilah yang menjadi tekad kami. Dan semua itu bisa terwujud kalau mendapatkan dukungan dari bapak ibu sekalian,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Sulkarnain menyampaikan bahwa banyak hal yang sudah diwujudkan di Kota Kendari. Olehnya itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat yang sudah ada.

“Saya berharap kepada seluruh camat dan lurah serta OPD untuk bisa bersinergi, bisa mengoptimalkan seluruh kemampuannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

“Berulang-ulang sering saya sampaikan bahwa paradigmanya sudah berubah. Kalau dulu kita menjadi kepala daerah adalah sebuah prestise. Tapi saat ini, kami sudah meniatkan, menegaskan bahwa posisi ini (wali kota Kendari, red) adalah tanggung jawab, amanah, dari masyarakat Kota Kendari,” katanya.

Sehingga, kata dia, tidak ada pilihan kecuali mengerahkan seluruh kemampuan, memberikan yang terbaik, mewakafkan seluruh waktu dan tenaga demi terwujudnya Kota Kendari yang lebih baik di masa-masa yang akan datang.

Satu hal ditekankan Sulkarnain, sebagai cita-cita yang harus diwujudkan, bahwa Kota Kendari kedepan harus bisa menjadi kota layak huni yang berbasis ekologi dan teknologi informasi pada tahun  2022 nanti.

Oleh karena itu, lagi-lagi, ia sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Kendari agar cita-cita tersebut dapat terwujud.

Penulis: Jumaddin Arif

Beri Komentar