Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI – Awal tahun 2026 menjadi penanda babak baru bagi roda birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Rotasi kepemimpinan kembali bergulir, menyentuh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk sektor yang selama ini digadang-gadang sebagai masa depan ekonomi daerah: pariwisata.

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi mengalami pergantian pucuk pimpinan. Jabatan yang sebelumnya diemban H. Belli HT kini diserahkan kepada Dr. M. Ridwan Badallah, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara H. Belli HT mendapat amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pergantian ini, sebagaimana lazimnya rotasi jabatan, bukan sekadar urusan administratif. Di baliknya, tersimpan harapan, kecemasan, sekaligus tanda tanya besar tentang ke mana arah pariwisata Sulawesi Tenggara akan dibawa.

Pariwisata dan Kata “Sakral” Bernama Keberlanjutan

Di tengah berbagai respons yang muncul, suara dari kalangan praktisi lapangan terdengar cukup jernih. Ahmad Nizar, atau yang akrab disapa Ino, menjadi salah satunya. Belasan tahun berkecimpung di dunia pariwisata, merasakan denyut lapangan dari kabupaten ke kabupaten, Nizar berbicara dengan nada tenang namun tegas.

Alhamdulillah, secara pribadi saya telah bermitra dengan Dispar Sultra sejak 2012. Kepala dinas silih berganti, dan itu hal yang biasa. Saya harus jujur, beda kepemimpinan beda sentuhan. Plus minus pasti ada,” ujarnya membuka refleksi.

Namun bagi Nizar, ada satu kata yang tidak boleh diabaikan dalam setiap pergantian kepemimpinan pariwisata, di mana pun di dunia ini. “Ada kata yang sakral dalam dunia pariwisata global, yaitu sustainable tourism,” katanya lugas.

Keberlanjutan, menurutnya, bukan jargon. Ia adalah ruh. Tanpanya, pariwisata hanya akan menjadi proyek musiman yang ramai sesaat lalu redup perlahan.

Tidak Sekadar di Atas Meja

Nizar menuturkan, pariwisata bukan sesuatu yang bisa dipahami hanya dari balik meja kantor. Ia bukan sekadar data, paparan, atau laporan. “Pariwisata itu tidak cukup diresapi hanya karena dengar, lihat, nonton, atau baca. Bahkan pendidikan kepariwisataan pun tidak selalu mampu menjawab seluruh persoalan di lapangan,” ujarnya.

Ia berbicara dari pengalaman. Bertahun-tahun terjun langsung di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, ia menemui banyak persoalan yang tak tertulis di buku teks. Mulai dari konflik sosial, resistensi masyarakat, hingga persoalan rasa dan estetika yang kerap luput dari perhitungan.

Baca Juga  PNS Dilarang Mudik Pakai Kendaraan Dinas

“Karena itu, pariwisata harus dijalani dengan turun ke lapangan, menjemput bola, membaca kasus per kasus. Bukan menunggu bola datang ke meja pejabat,” katanya.

Baginya, pariwisata adalah irisan banyak hal: dampak sosial, multiplier effect ekonomi, kepekaan budaya, keindahan, hingga regulasi. Kompleks, sensitif, dan tak bisa ditangani secara sektoral semata.

Pentahelix dan Kerja Kolaboratif

Dalam konteks itulah Nizar mengingatkan pentingnya kerja kolaboratif. Ia menyebut konsep yang sudah lama dikenal dalam dunia pariwisata global: pentahelix.

“Siapapun kepala dinas pariwisata, dia tidak boleh merasa semua masalah pariwisata bisa diselesaikan oleh dinas saja. Harus ada kolaborasi. Dispar wajib merangkul asosiasi, industri, pelaku, akademisi, praktisi, komunitas, sampai media. Bahkan lintas sektor di dalam pemerintahan sendiri,” tegasnya.

Tanpa kolaborasi itu, menurut Nizar, sulit berharap Sulawesi Tenggara memiliki narasi besar pariwisata yang berkelanjutan. Yang ada, hanya kegiatan seremonial yang datang dan pergi.

Persimpangan dan Tanda Tanya

Pergantian pimpinan Dispar Sultra, di mata Nizar, adalah sebuah persimpangan. “Ini titik dengan tanda tanya besar. Apakah pariwisata Sultra akan semakin maju, berjalan di tempat, atau justru mengalami kemunduran,” katanya.

Namun refleksi itu tidak datang tanpa penghargaan pada masa lalu. Nizar secara terbuka menyampaikan apresiasinya kepada H. Belli HT. Ia menilai, selama menjabat, grafik kepariwisataan Sulawesi Tenggara menunjukkan peningkatan yang patut dicatat.

“Harus diakui, di tangan Pak Belli, pariwisata Sultra merangkak naik cukup cepat. Baik di level nasional maupun internasional. Nama Sultra mulai sering terdengar dan diperhatikan dalam berbagai agenda pariwisata yang saya ikuti,” ungkapnya.

Harapan yang Tidak Pernah Padam

Pergantian jabatan adalah keniscayaan. Tetapi harapan publik, terutama para pelaku dan pemerhati pariwisata, tak pernah benar-benar berganti. Mereka hanya ingin satu hal: pariwisata Sulawesi Tenggara tumbuh dengan arah yang jelas, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat.

“Kita berharap kepemimpinan selanjutnya mampu menjaga bahkan meningkatkan citra pariwisata Sultra ke depan,” tutup Nizar.

Di titik ini, waktu akan menjadi hakim yang paling jujur. Apakah rotasi ini menjadi awal lompatan baru, atau sekadar pergantian nama di papan kantor. Yang pasti, pariwisata Sulawesi Tenggara kembali diuji: mampu atau tidak menjaga napas panjangnya. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan
Direktur PT Tiran Nusantara Group: Kesehatan Karyawan Kunci Produktivitas Perusahaan

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:21 WITA

Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan

Berita Terbaru