PANJIKENDARI.COM, MALANG — Upaya peningkatan layanan air minum di daerah terus diperkuat melalui kolaborasi antarpemerintah kota. Pemerintah Kota Kendari bersama Pemerintah Kota Malang menjalin kerja sama strategis di sektor pengelolaan air minum dengan menitikberatkan pada transformasi digital dan penguatan tata kelola perusahaan daerah.
Kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), tetapi akan ditindaklanjuti secara teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih rinci dan aplikatif. Kolaborasi ini melibatkan Perumda Air Minum Tirta Anoa Kota Kendari dan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman, menyatakan bahwa MoU berfungsi sebagai kerangka besar kerja sama, sementara PKS akan menjadi instrumen untuk mengatur program-program konkret yang akan dijalankan bersama.
“MoU ini menjadi payung utama. Selanjutnya, kerja sama akan dijabarkan lebih teknis melalui PKS, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola dan manajemen perusahaan,” ujar Sukriyaman saat dihubungi via ponselnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut dia, ruang lingkup kerja sama akan difokuskan pada aspek-aspek strategis yang selama ini menjadi tantangan utama PDAM di daerah, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembenahan sistem manajemen, serta penerapan teknologi digital dalam pelayanan pelanggan.
Pemilihan Kota Malang sebagai mitra belajar bukan tanpa alasan. Sukriyaman menilai Perumda Air Minum Tugu Tirta Malang telah mencapai tingkat kematangan tata kelola dan digitalisasi layanan yang ingin dicapai oleh PDAM Kendari dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami melihat Malang sudah sampai di titik tata kelola yang kami tuju. Karena itu, kami ingin belajar tahapan-tahapan yang mereka lalui, termasuk tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi,” katanya.
Ia menambahkan, transformasi digital menjadi agenda penting bagi PDAM Kendari seiring tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan berbasis data. Saat ini, Perumda Tirta Anoa juga tengah menyiapkan infrastruktur teknologi untuk mendukung sistem layanan berbasis digital.
“Malang sudah lebih dulu bertransformasi ke sistem digital. Kami juga sedang menuju ke sana. Teknologi sudah mulai kami siapkan dan kembangkan, dan kami ingin belajar dari pengalaman Malang agar prosesnya lebih terarah,” ujarnya.
Selain digitalisasi, kerja sama ini juga mencakup aspek teknis pengelolaan air minum, khususnya dalam menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan kepada masyarakat. Pengalaman Malang dalam pengolahan dan distribusi air bersih dinilai relevan untuk diterapkan di Kendari dengan penyesuaian kondisi lokal.
“Kami ingin melihat bagaimana Malang menjaga kualitas air, memastikan ketersediaan, dan menjamin kontinuitas layanan. Semua itu bagian dari tata kelola yang ingin kami pelajari dan adaptasi,” kata Sukriyaman.
Ia menegaskan, langkah Perumda Tirta Anoa untuk menjalin kerja sama lintas daerah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam melakukan pembenahan menyeluruh terhadap layanan air minum. Dukungan pemerintah daerah, termasuk arahan langsung dari Wali Kota Kendari, menjadi faktor pendorong utama.
“Pemerintah Kota Kendari sangat mendukung. Kami didorong untuk belajar dari PDAM yang sudah lebih maju sebagai bagian dari upaya memperbaiki layanan air minum kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam lima bulan terakhir, Perumda Tirta Anoa juga mulai melakukan pembenahan internal, terutama pada penataan data pelanggan. Selama ini, salah satu kendala utama adalah belum terintegrasinya data pelanggan dengan sistem layanan operasional.
“Kami mulai menginput data pelanggan secara menyeluruh ke dalam database. Mulai dari lokasi rumah, titik koordinat, nomor kontak, jumlah penghuni, hingga kapasitas penampungan air,” jelas Sukriyaman.
Data tersebut akan menjadi dasar penerapan layanan berbasis data presisi, sehingga penanganan pengaduan, penyampaian informasi gangguan, dan respons terhadap kebutuhan pelanggan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
“Keluhan memang masih ada, tetapi dengan data yang rapi dan terintegrasi, kami ingin meningkatkan kecepatan dan kualitas respons layanan,” katanya.
Melalui kerja sama dengan Kota Malang, Perumda Tirta Anoa Kendari berharap proses transformasi digital dan penguatan tata kelola dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.
Sebagai informasi, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dikenal sebagai salah satu BUMD air minum dengan kinerja terbaik di tingkat nasional. Perusahaan ini telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk predikat Best Performance dalam ajang PERPAMSI Award, apresiasi nasional pada Indonesia Water & Wastewater Expo and Forum (IWWEF), serta menjadi pelopor penerapan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).
Keberhasilan Tugu Tirta dalam melakukan transformasi layanan berbasis digital, memperkuat pelayanan pelanggan, serta menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air minum secara berkelanjutan menjadikannya rujukan bagi PDAM di berbagai daerah di Indonesia. (*)






