Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

panjikendari.com – Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar hangat, Renny Irine Souisa sudah lebih dulu bangun. Rumah kecil di BTN Puri Khanissa Residence 2 ia rapikan perlahan. Menyapu. Mengepel. Menyiapkan sarapan. Memastikan anak dan ayahnya sudah makan.

Baru setelah semuanya selesai, Renny mengenakan jaket kerja berwarna kuning, memasang helm, lalu menyalakan Scoopy hijau kesayangannya. Ponsel dipasang di setang. Aplikasi dibuka. Hari pun dimulai.

Bagi Renny, bekerja sebagai ojek online bukan sekadar mencari uang. Ini adalah cara paling jujur yang ia miliki untuk menjaga hidup tetap berjalan.

Ketika Diam Bukan Pilihan

Renny tidak pernah membayangkan akan menjadi pengemudi ojek online. Namun hidup sering kali tidak bertanya apakah seseorang siap atau tidak. Tempat kerjanya dulu kehabisan stok. Para pekerja diliburkan. Di saat bersamaan, ia adalah ibu tunggal, dengan tanggungan anak dan orang tua.

“Ada kekosongan,” katanya. “Dan saya tidak suka berdiam diri.”

Ajakan keluarga datang sederhana: mencoba mendaftar sebagai driver Maxim. Renny punya motor, punya identitas, dan satu hal penting—kemauan untuk mencoba. Ia memang menyukai berkendara. Jarak jauh dengan motor bukan hal asing baginya. Jalan, bagi Renny, selalu terasa akrab.

September 2025, ia resmi bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim. Sejak saat itu, jalanan Kolaka menjadi ruang hidupnya.

Ibu di Rumah, Perempuan di Jalan

Rutinitas Renny nyaris tak pernah berubah. Pagi untuk rumah. Siang hingga malam untuk jalan. Sekitar pukul delapan pagi, ia mulai menarik penumpang. Kadang lebih cepat. Kadang hingga pukul tujuh malam.

Ia paling sering menyusuri Jalan Pemuda hingga kawasan RS SMS Berjaya. Dari sanalah, order demi order datang.

Dalam sehari, penghasilannya rata-rata sekitar Rp100 ribu. Jika dirata-ratakan, sebulan sekitar Rp3 juta, sudah termasuk bensin. Dari uang itulah Renny mencukupi kebutuhan hidup, membayar cicilan motor, dan memenuhi keperluan sekolah anak.

Ia tinggal bersama ayahnya yang sudah tidak bekerja. Anak-anaknya dua. Yang sulung sudah bekerja. Yang bungsu masih kelas 2 SD.

“Kita jalani saja,” ujarnya pelan. “Dicukup-cukupkan.”

Suka dan Duka di Jalanan

Menjadi ojol perempuan tidak selalu mudah. Ada penumpang yang membatalkan pesanan begitu tahu pengemudinya perempuan. Ada juga yang terlihat ragu.

Renny tidak marah. Ia memahami.

Namun, di sisi lain, banyak pelanggan—terutama ibu-ibu—justru merasa lebih nyaman dengannya. Mereka menyimpan nomornya, menghubungi kembali, bahkan menjadikannya langganan. Tak jarang, Renny menerima tip lebih besar dari ongkos.

“Puji Tuhan. Harus disyukuri,” katanya sambil. “Itu bikin hati kuat.”

Doa yang Selalu Sama

Saat berkendara, Renny tidak memutar lagu keras. Ia lebih senang ditemani lagu-lagu rohani yang menenangkan. Bukan untuk pamer keyakinan, tapi untuk menjaga hati tetap tenang.

Baca Juga  BRI KCP Pramuka Berpartisipasi dalam Kegiatan Tahunan “Mancing Mania” Bersama Manajemen Green Pramuka

Setiap pagi, sebelum beraktivitas, ia selalu berdoa. Menyerahkan kegelisahan hidupnya. Memohon perlindungan agar dijauhkan dari kecelakaan dan hal-hal yang merugikan.

Di lehernya, tersembunyi sebuah kalung kecil. Ia tidak pernah menampakkannya. Hanya ia rasakan kehadirannya sebagai pengingat bahwa ia tidak berjalan sendirian.

Kalimat yang sering ia ucapkan sederhana: “Tuhan, kuatkan saya.” Dan ketika hari berakhir: “Terima kasih untuk hari ini.”

Apresiasi yang Datang Diam-Diam

Keteguhan Renny akhirnya sampai juga ke telinga pihak Maxim. Melalui Subdivision Maxim Kolaka, perusahaan memberikan apresiasi khusus kepadanya sebagai pengemudi perempuan yang dinilai konsisten, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ia menerima paket sembako, voucher, dan merchandise. Bagi Renny, perhatian itu bukan soal nilainya.

“Itu bikin saya merasa dihargai,” katanya.

Head of Subdivision Maxim Kolaka, Hilda Yani, menyebut bahwa Renny adalah contoh pengemudi perempuan yang tetap bekerja dengan loyalitas tinggi di tengah keterbatasan. “Mereka berjuang di jalan untuk keluarga dan tetap menjaga kualitas layanan,” ujarnya.

Hujan dan Tubuh yang Dijaga

Tantangan terberat Renny adalah hujan. Jika hujan turun, ia harus menepi. Penumpang sulit dilayani. Ia beralih mengantar makanan, menunggu cuaca membaik.

Ia bersyukur, sejauh ini kesehatannya terjaga. Ia tahu betul, tubuh adalah modal utama. Karena itu, ia menjaga pola istirahat dan rutin mengikuti senam Sumba di Sanggar Senam ZN Kolaka.

Anak-Anak dan Nilai Hidup

Sejak kecil, Renny membiasakan anak-anaknya mengenal usaha. Ia membelikan alat tulis, menyuruh mereka menjualnya di sekolah. Bukan untuk mencari untung besar, tapi agar mereka belajar bahwa hidup tidak datang dengan sendirinya.

Pesannya selalu sama: Jangan gengsi. Jangan takut mencoba. Selama itu jujur.

Sendiri, Tapi Tidak Kecil

Di Kolaka, Renny adalah satu-satunya ojol perempuan Maxim. Anak ketiga dari enam bersaudara. Lulusan SMA Negeri Pomalaa, tamatan 1997. Seorang perempuan yang pernah gagal dalam pernikahan, namun tidak pernah berhenti berusaha berdiri.

Ia punya mimpi sederhana: suatu hari bisa beralih ke mobil. Bukan untuk gaya, tapi agar bisa tetap bekerja meski hujan.

“Pelan-pelan,” katanya. “Menabung dulu.”

Hidup yang Terus Bergerak

Malam tiba. Renny pulang. Mandi. Beristirahat. Esoknya, semua diulang kembali.

Tidak ada teriakan perjuangan dalam hidupnya. Tidak ada tuntutan untuk dikasihani. Yang ada hanyalah ketekunan yang sunyi.

Di atas Scoopy hijau itu, Renny bukan hanya mengantar orang. Ia sedang mengantar hidupnya sendiri—pelan, jujur, dan penuh harap.

Dan mungkin, di jalanan Kolaka, masih banyak Renny-Renny lain yang bekerja dalam diam, menjaga keluarganya tetap bertahan, satu perjalanan demi satu perjalanan. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik
Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen
KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang
Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:57 WITA

VinFast Tancapkan Langkah Global, Bidik Lima Negara untuk Ekspansi Skuter Listrik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WITA

Puluhan Driver Maxim Kendari Gelar Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI Sultra

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru