Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kendari Membayar Ratusan Ribu

- Penulis

Rabu, 13 November 2019 - 14:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu rumah warga di Kelurahan Lalolara, Kambu, Kota Kendari, yang di dalamnya berantakan karena dibongkar dibuatkan fondasi.

i

Salah satu rumah warga di Kelurahan Lalolara, Kambu, Kota Kendari, yang di dalamnya berantakan karena dibongkar dibuatkan fondasi.

panjikendari.com – Alih-alih  mendapatkan bantuan bedah rumah secara gratis, warga di Kelurahan Lalolara, Kambu, Kota Kendari malah harus membayar ratusan ribu setiap kepala keluarga (KK) untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Informasi yang dihimpun jurnalis panjikendari.com di lapangan, setiap KK membayar Rp313 ribu. Menurut informasi yang diperoleh warga, uang tersebut akan digunakan untuk pembuatan proposal dan pembelian materai oleh fasilitator program.

“Fasilitatornya pak Ikram sama pak Awal. Katanya untuk biaya pembuatan proposal, tapi kita tanya-tanya di kelurahan lain tidak ada pembayaran begitu,” ucap salah seorang warga penerima bantuan yang enggan menyebutkan identitasnya, Senin 11 November 2019.

Hal lain yang menjadi pertanyaan warga adalah janji realisasi program yang sampai saat ini belum jelas. Padahal, sejumlah warga sudah membongkar rumahnya sendiri dan bahkan sudah membuat fondasi rumah sebagai swadaya.

“Waktu pertemuan bulan Juli (2019) itu hari kita dijanji katanya setelah lebaran akan mulai dikerja. Tapi ini sudah mau bulan 12 belum juga ada tanda-tanda,” ketusnya.

Warga khawatir jika hujan turun maka rumah-rumah mereka yang sudah dibongkar akan tergenang air.

Lurah Lalolara, Polingai, yang dimintai keterangannya mengenai program ini mengaku tidak banyak mengetahui. “Nanti kita tanyakan sama fasilitatornya, mereka yang tau semua,” kata Polingai.

Sepengetahuan Polingai yang didengarnya saat pertemuan di kantor kelurahan, program ini merupakan kegiatan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Kendari.

“Yang saya dengar-dengar, katanya, masyarakat akan dibangunkan rumah semi permanen senilai Rp17,5 juta, tapi masyarakat siapkan swadaya,” katanya.

Mengenai kapan pelaksanaan pekerjaan, Polingai tidak mengetahui pasti, bahkan ia pun bingung karena warganya selalu menanyakan masalah ini kepadanya. “Coba nanti tanyakan kita sama Ikram atau Awal, karena mereka itu pendampingnya,” kata Polingai.

Ikram yang dihubungi melalui WhatsApp-nya menyampaikan, program bedah rumah dimaksud anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang turun tiga tahap.

“Kebetulan dananya Lalolara turun di tahap 3 di bulan 12. Makanya belum lm jalan,” terang Ikram.

Mengenai rumah-rumah warga yang sudah bongkar sendiri, Ikram mengaku bahwa pada sosialisasi awal pihaknya mengimbau untuk tidak membongkar terlebih dahulu.

Baca Juga  Buton Tengah Berhasil Pertahankan Juara Lomba Desa Tingkat Provinsi

Sedangkan berkaitan dengan pembayaran Rp313 ribu, Ikram mengatakan hal itu merupakan kesepakatan warga untuk pembelian materai dan biaya pembuatan laporan-laporan nantinya.

“Untuk lebih jelas bisa langsung tanya ke dinas perumahan bosku. Soalnya saya lagi di Wakatobi,” ujarnya.

Pihak Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Kendari, melalui staf dinas yang mengurusi program bedah rumah, Tomy, menjelaskan, pelaksanaan kegiatan khususnya di Lalolara masih menunggu tranfer pusat.

“Karena ini sumber dananya dari DAK maka pelaksanaannya secara bertahap. Kebetulan, Lalolara masuk di tahap ketiga yang pekerjaannya mulai awal Desember.”

“Nanti disampaikan kepada teman-teman di Lalolara, Insya Allah bulan Desember sudah jalan,” kata Tomy.

Tomy sedikit menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas perumahan warga. Pemerintah hadir memberikan stimulan untuk memperbaiki kualitas hunian.

Di Kota Kendari kata dia ada empat kelurahan yang kebagian program, yakni, Kelurahan Lalolara, Anduonohu, Tobuha, dan Kelurahan Lepolepo.

“Karena ini berjalan tiga tahap, dan Lalolara ada di tahap ketiga, maka masyarakat tidak perlu takut dan resah, Insya Allah secepatnya, kita tinggal menunggu saja proses dari pusat,” kata dia.

Menyinggung mengenai pembayaran, Tomy tampak diam dan berpikir. “Siapa yang suruh (membayar)?” tanya Tomy kepada jurnalis media ini.

Tomy lantas mengerti tentang pembayaran itu setelah mendengar penjelasan jurnalis media ini. “Oohh, mungkin itu untuk biaya ATK sama materai untuk pembuatan proposal dan laporan. Itu (biaya pembuatan laporan) juga swadaya masyarakat,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata dia, segala konsekuensi anggaran untuk pembuatan proposal dan laporan dirembug-kan antara warga dan fasilitator.

“Karena sejatinya yang buat proposal dan laporan itu adalah masyarakat didampingi oleh fasilitator,” ucapnya.

Kendati demikian, Tomy berjanji akan kembali turun ke masyarakat untuk mengecek kembali kesiapan warga sebelum program jalan. “Nanti saya coba turun kembali lihat di sana,” tuturnya. (jie)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru