Pemprov Sultra Tinjau Kawasan Adat Terpencil di Muna

- Penulis

Kamis, 19 September 2019 - 07:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sultra, Kamaruddin, berada di tengah-tengah masyarakat saat meninjau lokasi KAT di Dusun Panapana Desa Wakadia Kecamatan Watopute Kabupaten Muna, Rabu 18 September 2019.

i

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sultra, Kamaruddin, berada di tengah-tengah masyarakat saat meninjau lokasi KAT di Dusun Panapana Desa Wakadia Kecamatan Watopute Kabupaten Muna, Rabu 18 September 2019.

panjikendari.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sosial meninjau lokasi yang rencananya akan dimasukkan dalam program Kawasan Adat Terpencil (KAT).

Salah satu lokasi yang digadang-gadang mendapatkan program KAT adalah Dusun Panapana Desa Wakadia, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna, termasuk Desa Tongkuno, Kecamatan Tongkuno, Muna.

KAT ini merupakan salah satu program pemberdayaan sosial yang dianggarkan melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019 ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sultra, Kamaruddin, ditemui saat meninjau Dusun Panapana Desa Wakadia, Rabu 18 September 2019, menjelaskan, program KAT ini adalah bantuan sosial untuk penataan permukiman, mirip program transmigrasi lokal.

Hanya saja, kata dia, sebuah wilayah bisa mendapatkan bantuan tersebut jika memenuhi kriteria sesuai Permensos. Salah satu kriterianya adalah daerah terpencil yang dihuni beberapa kepala keluarga.

Menurutnya, ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum bantuan KAT diberikan, mulai dari tahapan pemetaan sosial, penjajakan awal, hingga studi kelayakan dengan melibatkan tim dari berbagai unsur, baik dari antropolog, kehutanan, maupun pertanahan.

“Karena lokasinya harus clear and clean. Tidak masuk dalam kawasan hutan dan tidak berstatus sengketa,” terangnya.

Khusus Dusun Panapana, Kamaruddin menilai, lokasi tersebut belum bisa terakomodasi melalui program KAT tahun 2019 ini karena belum memenuhi kriteria.

Pasalnya, Panapana bukan termasuk kawasan permukiman tetapi tergolong lokasi perkebunan karena masyarakatnya tidak tinggal di lokasi tersebut.

Namun demikian, kata Kamaruddin, Panapana akan tetap diupayakan untuk disentuh melalui program lain.

“Misalnya program pemberdayaan fakir miskin. Yang penting mereka masuk dalam BDT (Basis Data Terpadu) yang berbasis online. Di situ kalau di-klik kelihatan nama-namanya,” terang Kamaruddin. (jie)

Facebook Comments
Baca Juga  Wagub Sultra Apresiasi BLK Kendari dalam Mencegah Penyebaran Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru