Melalui Program Kotaku, Kendari Dapat Rp12 Miliar untuk 11 Kelurahan

- Penulis

Senin, 12 Agustus 2019 - 23:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai kegiatan workshop sosialisasi program Kotaku Kota Kendari 2019, di Zahra Hotel Kendari, Kamis, 8 Agustus 2019.

i

Foto bersama usai kegiatan workshop sosialisasi program Kotaku Kota Kendari 2019, di Zahra Hotel Kendari, Kamis, 8 Agustus 2019.

panjikendari.com – Melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2019 ini, Kota Kendari mendapatkan alokasi dana bantuan sebesar Rp12 miliar untuk 11 kelurahan sasaran yang memiliki luasan kumuh 92 hektare.

Ke-11 kelurahan tersebut yaitu, Kelurahan Mata, Kendari Caddi, Jati Mekar, Sanua, Benubenua, Watuwatu, Mataiwoi, Anggoeya, Korumba, Lapulu, dan Kelurahan Talia.

Koordinator Kota (Korkot) Program Kotaku Kota Kendari, Arisandi Sapri, menjelaskan, dari total anggaran Rp12 miliar tersebut, setiap kelurahan mendapatkan bagian antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar sesuai dengan usulan perencanaan dan luasan kumuh yang ada pada kelurahan masing-masing.

“Yang paling besar Rp2 miliar di Kelurahan Benubenua, Kendari Caddi, dan Kelurahan Korumba. Yang dapat Rp500 yaitu Kelurahan Anggoeya, Lapulu, dan Kelurahan Mataiwoi. Selebihnya berfariasi,” kata Arisandi di sela-sela kegiatan Workshop Sosialisasi Program Kotaku Kota Kendari, Kamis, 8 Agustus 2019.

Arisandi mengatakan, dana tersebut bersumber dari APBN yang dikucurkan melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dan akan digunakan untuk kegiatan penanganan kawasan kumuh di 11 kelurahan sesuai dengan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) masing-masing kelurahan.

Ia menyampaikan, kegiatan program Kotaku terdiri dari kegiatan fisik dan non-fisik yakni pembangunan infrastruktur serta pendampingan sosial dan ekonomi untuk keberlanjutan penghidupan masyarakat yang lebih baik di lokasi permukiman kumuh.

“Bulan Agustus sudah mulai jalan kegiatannya. Targetnya bulan Desember sudah tuntas semua. Nanti akan diaudit oleh BPKP bagaimana efektivitas pemanfaatan dana ini apakah tepat sasaran, tepat guna, dan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak di Kota Kendari,” jelasnya.

Kata Arisandi, penanganan kawasan kumuh sebuah daerah membutuhkan kolaborasi atau kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. “Kita butuh kolaborasi dan kerja sama karena masalah kumuh ini masalah kita semua,” harap Arisandi.

Baca Juga  Pemkot Kendari Buka Pendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro

Kota Kendari sebagai ibukota provinsi, kata Arisandi, memiliki kawasan kumuh seluas 397 hektare. Penanganannya dibutuhkan kerja sama berbagai pihak dengan harapan bahwa Kendari bisa menjadi kota yang layak huni sesuai dengan visi misi wali kota Kendari mewujudkan Kota Kendari menjadi Kota Layak Huni berbasis ekologi, informasi, dan teknologi pada tahun 2022.

Untuk diketahui, program Kotaku adalah satu dari sejumlah upaya strategis Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung gerakan 100-0-100, yaitu, 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Tujuan Program Kotaku adalah memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan 7 + 1 indikator kumuh, yakni, bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka publik. (jie)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru