Kemenkumham Sultra Bantah Ada Jaringan Narkoba di Lapas Kendari

- Penulis

Kamis, 14 Februari 2019 - 16:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan, H Muslim, membantah adanya informasi bahwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari ada jaringan narkoba.

Muslim mengakui, selama ini Lapas Kendari selalu dijadikan sasaran ‘tembak’ para pelaku tindak pidana kejahatan penyalahgunaan dan peredaran narkoba demi mengalihkan perhatian petugas.

“Selama ini sudah sering ada informasi begitu (ada pengendali narkoba di Lapas Kendari, red) tapi setelah dilacak orang yang disebut, tidak ada,” terang Muslim, baru-baru ini.

Menurut dia, pelaku kasus narkoba terutama residivis biasanya saat ditangkap sengaja menyebut bahwa barang yang mereka miliki berasal dari Lapas. Alasan seperti itu dijadikan modus untuk menyembunyikan rantai peredarannya.“Karena kalau sudah sebut dari Lapas, selesai persoalan,” ujar Musim.

Pernyataan ini menanggapi adanya penangkapan kurir narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Muna beberapa hari lalu. Berdasarkan hasil pengembangan, pelaku menyebut bahwa barang haram tersebut diperoleh dari jaringan Lapas Kendari.

“Yang di Raha (Kabupaten Muna) itu kan katanya pengendalinya di Lapas Kendari, tapi tidak disebut nama, siapa pengendalinya. Itu yang repot. Tapi kalau misalnya sudah ditangkap, ya silakan ditelusuri,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, lanjut Muslim, Lapas Kendari termasuk Lapas lainnya yang berada dalam wilayah kerja Kemenkumham Sultra tetap membuka diri dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran atas informasi yang diperoleh.

“Tapi kalau ada informasi seperti itu biasanya kami kerja sama dengan BNN, dan Polda, kita akan selidiki, kalau ada kita akan bawa ke BNN atau Polda untuk disidik, nda ada lagi dilindung-lindungi,” pungkasnya. (jie)

Facebook Comments
Baca Juga  Laporan Kasus Saddil Ramdani Dicabut, Polisi Tetap Akan Gelar Perkara

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau
Longboat Patah Baling-Baling di Perairan Muna, Basarnas Evakuasi 8 Penumpang Selamat
Mabes Polri Diminta Copot Kapolres Konawe Utara Imbas Maraknya Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:52 WITA

Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA