Buton – Seorang perempuan lanjut usia dilaporkan hilang saat berkebun di Desa Wasuamba, Kecamatan Lasalimu Pantai, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa (20/1/2026) sore dan langsung mengerahkan tim SAR ke lokasi.
Informasi awal diterima Comm Centre KPP Kendari pada pukul 15.55 Wita dari pihak keluarga korban. Laporan menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang lansia yang belum kembali dari kebun sejak pagi hari.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju Last Known Position (LKP) pada pukul 16.10 Wita untuk melakukan upaya pencarian. Jarak tempuh dari Pos SAR Baubau menuju lokasi kejadian diperkirakan sekitar 69 kilometer.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan berawan dan berpotensi hujan, yang menjadi salah satu tantangan dalam operasi SAR darat.
Korban diketahui bernama Wa Sani (68), warga setempat. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat rabun serta gangguan pendengaran, sehingga dikhawatirkan mengalami kesulitan untuk kembali sendiri dari area kebun.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin A.S, menyampaikan bahwa pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
“Tim SAR gabungan telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan secara berkala,” ujar Amiruddin dalam keterangan tertulisnya.
Kronologi
Peristiwa ini bermula pada 19 Januari 2026 sekitar pukul 06.10 Wita, saat korban berangkat menuju kebun. Berdasarkan kebiasaan sehari-hari, korban biasanya kembali ke rumah sekitar pukul 16.30 Wita. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian awal, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Basarnas Kendari.
Unsur dan Peralatan SAR
Operasi SAR ini melibatkan:
- Staf Operasi KPP Kendari
- Pos SAR Baubau
- Warga setempat
- Keluarga korban
Peralatan yang digunakan antara lain rescue car, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.
Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan perkebunan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat yang membahayakan keselamatan jiwa. (*)






