Insentif Tenaga Kesehatan Disunat, DPRD Muna Hearing Dinkes

- Penulis

Sabtu, 9 Februari 2019 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com, Muna – Pemotongan insentif tenaga kesehatan non-PNS lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna yang bekerja pada 27 Puskesmas, mengundang perhatian DPRD setempat.

DPRD Muna melalui Komisi III mengagendakan hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinkes pada tanggal 19 Februari 2019.

Ketua Komisi III DPRD Muna Awaludin mengungkapkan, selain Dinkes, dewan juga akan mengundang Asisten II dan pihak BPKAD untuk mengetahui seperti apa penggunaan anggaran insentif tenaga kesehatan tersebut.

Menurut Awaludin, selama ini DPRD bersama eksekutif selalu mengalokasikan dana insentif bagi tenaga kesehatan non-PNS dalam bentuk gelondongan. Besarannya diatur melalui surat keputusan bupati.

“Kami sudah dengar apa yang menjadi keluhan para tenaga kesehatan. Insentif mereka dipotong. Menurut laporan mereka ke kami, yang potong itu bendahara Dinkes, termasuk para kepala Puskesmas.”

“Begitu informasinya. Tapi kita akan klarifikasi dulu ke pihak-pihak terkait, seperti apa pengaturan besaran insentif yang diberikan kepada mereka. Tentu berdasarkan SK Bupati. Itu yang kita akan lihat,” papar Awaludin, kepada jurnalis panjikendari.com, Sabtu, 9 Februari 2019.

Awaludin menegaskan, jika memang betul terjadi pemotongan maka pihaknya tidak segan-segan akan merekomendasikan masalah ini ke aparat penegak hukum. Olehnya itu, politikus PAN ini mengharapkan kepada para korban untuk menyiapkan data-data otentik.

Awaludin sangat menyayangkan jika pemotongan insentif tersebut benar-benar terjadi, apalagi dilakukan oleh oknum bendahara Dinkes dan para kepala Puskesmas.

Selain akan mendalami persoalan insentif, kata Awaludin, pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban penggunaan dana Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK) dan jasa kapitasi BJPS.

“Kita juga akan fokus di situ. Karena sangat tidak manusiawi ada tenaga kesehatan di Puskesmas Katobu, 9 bulan jasa kapitasinya hanya dibayarkan Rp 100 ribu,” ucapanya.

Baca Juga  Kemenag Muna Barat Lantik Tiga ASN di Tengah Pandemi Covid-19

Pada kesempatan itu, Awaludin mengapresiasi langkah yang dilakukan tenaga kesahatan yang didampingi tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lep-Ham, KPMP, Garda Mandala Sultra dan Lipkan Sultra LSM yang telah berani membongkar dugaan pemotongan itu.

“Bisa saja ada lingkaran setan dalam pemotongan itu. Saya yakin bendahara tidak akan berani melakukan pemotongan, kalau tidak ada perintah dari atasan. Masalah ini, akan kami kawal terus, kasihan para tenaga kesehatan yang hak-haknya sudah dikebiri,” pungkasnya.

Penulis: Borju
Editor : Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru