Habiskan Dana Miliaran, Pelabuhan Pelni di Muna Tak Berfungsi

- Penulis

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 19:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Tampak Kapal Pelni berlabuh di Pelabuhan Nusantara Kota Raha, Kabupaten Muna. Berbeda dengan Pelabuhan Pelni Maligano yang selesai dibangun 2015 namun sampai saat ini belum dimanfaatkan. (Foto: munabangkit.com)

i

Tampak Kapal Pelni berlabuh di Pelabuhan Nusantara Kota Raha, Kabupaten Muna. Berbeda dengan Pelabuhan Pelni Maligano yang selesai dibangun 2015 namun sampai saat ini belum dimanfaatkan. (Foto: munabangkit.com)

panjikendari.com – Sejak dibangun beberapa tahun lalu, pelabuhan Pelni Maligano di wilayah Muna Timur Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, belum difungsikan hingga saat ini. Padahal, ada miliaran rupiah uang negara yang dikucurkan untuk membangun pelabuhan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muna, Drs H La Ode Nifaki Toe, mengungkapkan, pelabuhan yang pembangunanya didanai melalui APBN tersebut telah menghabiskan dana miliaran rupiah.

Namun, kata dia, sangat disayangkan sejak selesai dibangun tahun 2015, pelabuhan yang sejatinya dapat disinggahi kapal-kapal Pelni dan moda transportasi laut lainnya itu tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Menurut Nifaki, pelabuhan Pelni tersebut sebenarnya sudah pernah difungsikan untuk melayani kebutuhan transportasi rute Kendari-Maligano-Raha dan sebaliknya.

“Tapi karena ada demonstrasi penolakan oleh penyedia jasa pelayaran rakyat saat itu sehingga dihentikan,” terang Nifaki saat dikonfirmasi jurnalis panjikendari.com melalui selulernya, Sabtu 20 Oktober 2018.

Nifaki mengakui kalau pemanfaatan pelabuhan Pelni Maligano merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra dan Syahbandar.

Hanya saja, lanjut dia, karena adanya penolakan tersebut sehingga pelabuhan Pelni Maligano tidak dimanfaatkan. “Mungkin karena belum adanya kesamaan persepsi antara masyarakat penyedia jasa pelayaran rakyat dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Lebih jauh Nifaki menyampaikan, tidak termanfaatkannya pelabuhan Pelni Maligano tersebut berdampak pada terganggunya program-program Pemda Muna dalam pengembangan pelabuhan di Muna kedepan.

“Pelabuhan Pelni Maligano ini kan menjadi salah satu temuan nasional, karena tidak berfungsi. Akibatnya, rencana Bupati Muna untuk mengembangkan pelabuhan Kota Raha menjadi terkendala.”

“Misalnya, pak Bupati Muna, merencanakan pembangunan pelabuhan barang. Pelabuhan kontainer. Tapi karena sudah ada data di kementerian perhubungan bahwa ada pelabuhan yang sudah dibangun di Muna tetapi tidak digunakan, maka hal itu menjadi catatan tersendiri bagi kementerian untuk Pemda Muna dalam rencana pengembangan pelabuhan,” terangnya.

Baca Juga  Usut Pembentukan Tim 9, Ombudsman Dilecehkan dengan PD Utama Sultra

Olehnya itu, kata Nifaki, pihak Dinas Perhubungan Muna atas instruksi Bupati Muna akan mengambil inisiatif dalam rangka membangun koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya Dishub Sultra dan Syahbandar, untuk mencarikan solusi supaya pelabuhan Pelni di Maligano bisa difungsikan.

Bagi Nifaki, selain untuk mendukung program-program pengembangan pelabuhan di Muna, pemanfaatan pelabuhan Pelni di Maligano juga cukup penting untuk membuka akses transportasi laut dalam rangka membangun koneksitas antar-pulau serta menggerakkan sektor strategis ekonomi lokal sebagai program Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo.

Saat ditanya apakah dengan dimanfaatkannya kembali pelabuhan Pelni Maligano tidak akan mengganggu sumber pendapatan penyedia jasa pelayaran rakyat, Nifaki mengatakan, hal itu sudah diantisipasi oleh Pemda Muna.

Menurut Nifaki, tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan pelabuhan rakyat di Desa Raimuna untuk mengakomodasi kepentingan para penyedia jasa pelayaran rakyat.

“Pelabuhan Pelni Maligano ini kan untuk kapal-kapal besar, untuk melayani transportasi laut dari Raha-Maligano-Kendari. Artinya, kalau pelabuhan ini difungsikan maka masyarakat Muna Timur yang hendak ke Kendari tidak perlu lagi menyeberang ke Raha. Tinggal langsung saja,” katanya.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA