AMAN Center: Program Konkret AMAN Sementara Berproses, Tidak seperti Bikin Cucur

- Penulis

Senin, 24 Desember 2018 - 19:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – Penilaian Jaringan Demokrasi Indonesia Sulawesi Tenggara (JaDi Sultra) bahwa program pemerintahan Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) masih samar-samar ditanggapi cepat pihak AMAN Center.

Direktur AMAN Center, La Ode Rahmat Apiti, mengatakan, statemen Ketua Presidium JaDi Sultra Hidayatullah bahwa program aman masih samar-samar hal yang tidak logis.

“Progam (pemerintahan AMAN) sementara berproses. Terwujudnya sebuah program tidak seperti cucur, sekali tuang langsung jadi. Program terus berjalan. Ada proses yang harus dilalui agar tidak melanggar regulasi,” kata Rahmat Apiti kepada panjikendari.com, Senin, 24 Desember 2018.

Rahmat mengungkapkan, pemerintahan AMAN terus bekerja mewujudkan visi-misinya. Di bidang pendidikan misalnya, dalam program 100 hari, Gubernur Sultra Ali Mazi menaikkan insentif guru honorer dari Rp. 200.000 menjadi Rp. 1.000.000 per bulan.

“Ini konkret dan mendapat apresiasi dari para pendidik,” ujar Rahmat Apiti.

Sementera, terkait Gubernur Ali Mazi yang jarang memimpin apel pagi, kata Rahmat, juga perlu dijelaskan. Menurut dia, bukan berarti Gubernur Sultra Ali Mazi “malas” tapi gubernur biasanya lagi keluar daerah sehingga diwakilkan pada wagub atau sekda.

“Jangan menilai sepintas. Karena urusan gubernur bukan cuman apel pagi dan sore. Masih banyak hal-hal strategis menyangkut kepentingan rakyat yang harus dituntaskan,” tandas Rahmat.

Rahmat juga menyampaikan, terkait dengan reformasi birokrasi, hal itu menjadi agenda penting pemerintahan AMAN. Rahmat menegaskan, AMAN akan memperhatikan dan mengutamakan kompetensi dalam perekrutan pejabat nanti.

“Kita harus sabar karena untuk menyegarkan birokrasi sesuai regulasi 6 bulan setelah dilantik,” terangnya.

Menurut Rahmat, AMAN sangat serius dalam agenda reformasi birokrasi. Salah satu contoh konkritnya, dalam kasus hukum di Dikbud Sultra, AMAN tidak ingin mempertahankan birokrasi bermasalah yaitu dicopotnya kadis pendidikan.

Baca Juga  Ali Mazi Mutasi dan Rotasi 42 Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya

“Ketika di Dikbud terjadi OTT, dalam hitungan hari kadisnya langsung dicopot,” kata Rahmat.

Mengenai statemen Ketua Presidium JaDi Sultra Hidayatullah secara umum, Rahmat Apiti menganggap bahwa itu sebagai kritik yang positif.

“Gubernur dan wakil gubernur tidak antikritik. Bahkan pengawasan publik bersifat positif positif dan sangat diharapkan. “Keberadaan oposisi juga bagus, asalkan oposisinya solutif apalagi paradigma pemerintahan saat ini open goverment. Jadi, partisipasi publik sangat diharapkan,” pungkas Rahmat.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru