Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bahteramas Sultra Minta Masukan Stakeholder

- Penulis

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Foto bersama Ppeserta forum konsultasi publik (FKP) standar pelayanan rawat jalan di RSUD Bahteramas Sultra, Senin, 20 Agustus 2018. (Foto: yus)

i

Foto bersama Ppeserta forum konsultasi publik (FKP) standar pelayanan rawat jalan di RSUD Bahteramas Sultra, Senin, 20 Agustus 2018. (Foto: yus)

panjikendari.com – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar forum konsultasi publik (FKP) tentang standar pelayanan rawat jalan di rumah sakit itu, Senin, 20 Agustus 2018.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat RSUD Bahteramas, diikuti berbagai stakeholder, meliputi, Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Sultra, Dinas Kesehatan Sultra, Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) UHO, Ikatan Dokter Indonesia Kota Kendari, Aliansi Perempuan Sultra, dan perwakilan dari pengguna layanan rumah sakit.

Direktur RSUD Bahteramas Sultra, Yusuf Hamra mengatakan forum ini dilakukan sebagai persiapan penyusunan rencana strategis (Renstra) untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2023.

“Penyusunan Renstra wajib mendapat masukan dari masyarakat. Disamping itu upaya perbaikan pelayanan publik tidak bisa dilakukan hanya dengan cara pandang kita sendiri, tapi butuh evaluasi dari stakeholder,” katanya.

Dia mengakui, masukan untuk perbaikan pelayanan di RSUD Bahteramas melalui FKP tersebut cukup beragam dan bersifat membangun. Masukan-masukan tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap.

Ia mengatakan, dalam penataan pelayanan di RSUD Bahteramas, pihaknya masih terkendala beberapa faktor. Salah satu yang paling utama adalah anggaran.

Selain anggaran, faktor lain adalah kinerja petugas, termasuk persoalan kepatuhan ataupun kerja sama masyarakat dalam menggunakan fasilitas yang ada.

“Jadi memang harus menjadi tanggung jawab bersama, semua stakeholder,” katanya.

Menurut Yusuf Hamra, forum konsultasi publik yang dilakukan sangat penting dalam rangka perbaikan pelayanan. Kedepan, kata dia, pihaknya mengupayakan kegiatan ini akan dilakukan secara periodik tiga sampai enam bulan sekali, untuk mendapatkan masukan langsung dari masyarakat.

“Mudah-mudahan stakeholder yang terkait kedepan bisa kita lebih perluas lagi sehingga masukan yang kita terima bisa lebih baik, seperti komisi IV di DPRD atau tim anggaran pemerintah daerah akan kami undang,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkot Serahkan KUA-PPAS ke DPRD Kendari

Semantara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo mengapresiasi kegiatan forum diskusi publik ini karena secara bersama bisa melahirkan solusi.

“Kegitan seperti ini disarankan Undang-Undang pelayanan publik, sebagai bentuk upaya untuk meresap aspirasi dan keluhan masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, sebagai penerima layanan, masyarakat sebenarnya bisa mengadukan setiap masalah yang ditemui kepada pemberi layanan dalam hal ini manajemen rumah sakit.

Jika upaya tersebut tidak mendapatkan titik terang maka dapat langsung mengadukannya ke Ombudsman untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai koridor yang ada.

“Masyarakat mestinya memanfaatkan dua kanal itumi selama ini masyarakat mengeluh melalui media sosial. Seharusnya ke layanan rumah sakit dulu karena ada unit layanannya. Hanya memang harus dikelola lebih maksimal. Menejemen pengelolaan dan penyelesaiannya, pun harus jelas sehingga masyarakat tidak mengeluh keluar,” pungkasnya. (yus/jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru