Reses di Pondambea, Nini Rianti Tampung Janji Masa Lalu

- Penulis

Kamis, 4 Oktober 2018 - 10:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


				Suasana reses anggota DPRD Kota Kendari Hj Nini Rianti, di Kantor Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kendari, Rabu, 3 Oktober 2018. (Foto: Jumaddin Arif)

i

Suasana reses anggota DPRD Kota Kendari Hj Nini Rianti, di Kantor Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kendari, Rabu, 3 Oktober 2018. (Foto: Jumaddin Arif)

panjikendari.com – Anggota DPRD Kota Kendari, Hj Nini Rianti SP, Rabu 3 Oktober 2018, turun menemui konstituennya di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, melalui kegiatan reses.

Tercatat sejak dilantik 22 November 2017, Nini Rianti, pengganti antar-waktu anggota DPRD Kota Kendari Aladin, baru tiga kali melakukan reses. Reses di Kantor Kelurahan Pondambea adalah kali ketiga.

Jalannya reses dipandu Lurah Pondambea Juanda SE. Dihadiri ketua RW, ketua RT, dan tokoh-tokoh masyarakat kelurahan setempat.

Kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Satu per satu mereka menumpahkan apa yang menjadi uneg-uneg mereka.

Paling santer soal infrastruktur jalan di beberapa lorong yang tak kunjung diaspal. Masih berdebu. Khususnya di Lorong Segar dan Lorong Valentine. Padahal sudah empat tahun diusulkan melalui musrembang; musyawarah perencanaan pembangunan. Nini Rianti jadi penampungan janji masa lalu.

“Sudah empat tahun diusulkan melalui musrembang, Alhamdulillah sampai saat ini belum juga terealisasi (diaspal). Bahkan ada salah satu anggota dewan menyampaikan bahwa tahun 2018 ini akan dikerja, katanya sudah ada CV, sudah diukur-ukur juga tapi Alhamdulillah belum teraspal juga,” ungkap Ketua RW 03, Asman Mekuo SE.

Mantan sekretaris Panwas Kota Kendari ini berharap, kondisi jalan di dua lorong tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah. “Kami berharap, ibu Nini Rianti bisa memperjuangkan ini, supaya bagaimana jalanan di lorong itu bisa mulus seperti lorong-lorong yang lain,” pinta Asman.

Menanggapi hal itu, Nini Rianti menyampaikan, pengaspalan jalan di beberapa lorong, khususnya Lorong Segar, sebenarnya sudah masuk dalam program pemerintah kota.

Namun karena kondisi pendapatan daerah yang tidak sesuai target mengakibatkan sejumlah program kegiatan tidak terlaksanana, salah satunya pengaspalan di Lorong Segar.

Baca Juga  Enam Kali WTP, Sulkarnain: Ini Berkat Dukungan Masyarakat Kota Kendari

Politikus PAN ini mengatakan, dirinya akan kembali mendorong agar apa yang menjadi harapan masyarakat Pondambea, dan masyarakat di Kecamatan Kadia dan Wuawua dapat terakomodasi pada tahun 2019.

Bukan saja soal jalan, namun kata Nini, termasuk kegiatan skala prioritas lainnya, seperti pembenahan drainase, peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan pelayanan publik.

“Di tahun 2018 ini saya terus terang belum bisa berbuat apa-apa, karena saya masuk di dewan belum cukup setahun. Insya Allah, dengan sisa waktu yang ada, saya akan coba mendorong apa yang menjadi harapan bapak ibu sekalian, melalui pembahasan APBD 2019 nanti,” kata Nini Rianti di hadapan masyarakat peserta reses.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru