Nelayan hilang di perairan Matano Sangia Buton
Basarnas melakukan pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Matano Sangia Buton.

panjikendari.com – Hingga operasi pencarian hari ketiga (H3), Minggu 17 Maret 2019, Usman (37) alias La Bintang, nelayan Pasar Wajo yang dilaporkan hilang di Perairan Matano Sangia, Buton, belum juga ditemukan.

Tim rescue Basarnas Pos SAR Baubau bersama aparat Polsek Pasar Wajo, Polair Polres Buton, BPBD Buton, dan masyarakat serta keluarga korban, masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, melalui pesan WhatsApp-nya menuturkan, perahu katinting milik Usman ditemukan oleh nelayan Bajo Mola di Perairan Kapota, Wakatobi, pada Jumat sore, 15 Maret 2019.

“Di dalam perahu sewaktu ditemukan masih ada bensin, rokok, ember maupun alat pancingnya serta alat kemudi perahu dalam keadaan patah,” kata Wahyudi.

Perahu tersebut, lanjut Wahyudi, sudah diserahkan ke nelayan Bajo Tolanda, Kecamatan Wabula, Buton. Posisi perahu hingga Sabtu kemarin malam masih di Tolanda.

Sementara, nelayan yang belakangan diketahui bernama Usman (37) alias La Bintang, pada Rabu lalu, 13 Maret 2019, pukul 16.00 Wita, dilaporkan pergi melaut di Perairan Matano Sangia. Namun hingga pukul 18.00 Wita Minggu 17 Maret 2019 belum juga ditemukan.

“Operasi untuk sementara dihentikan untuk dilanjutkan esok pagi,” kata Wahyudi.

Sejauh ini, kata dia, tim melakukan pencarian masih sekitar di tempat kejadian musibah (TKM) di Perairan Matano Sangia.

Namun, dengan melihat arah arus yang mengarah ke Karang Kapota, pihak Pos SAR Wakatobi juga memantau dan meminta bantuan kepada nelayan yang hendak keluar mencari ikan di wilayah tersebut. (jie)

Beri Komentar