Pemkot Kendari Rakor tentang Pensertifikatan Tanah Pemerintah

- Penulis

Rabu, 7 Agustus 2019 - 20:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi tentang pensertifikatan aset tanah milik Pemerintah Kota Kendari.

i

Rapat koordinasi tentang pensertifikatan aset tanah milik Pemerintah Kota Kendari.

panjikendari.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rapat koordinasi terpadu tentang pensertifikatan aset tanah milik Pemerintah daerah (Pemda) Kota Kendari, bertempat di ruang pola Kendari, Rabu, 7 Agustus 2019.

Kegiatan yang dipimpin oleh Plh Wali kota Kendari, Nahwa Umar, tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari, Irwan Idrus, dan Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin.

Sedangkan peserta utama dalam kegiatan itu adalah 65 lurah dan 11 camat se-Kota Kendari.

Nahwa Umar mengatakan, kegiatan itu sangat penting adanya agar seluruh bidang tanah yang menjadi aset-aset daerah tertata dengan baik.

“Dalam rapat ini kita membicarakan kiat-kiat proses dan pembiayaan pensertifikatan aset tanah milik Pemkot Kendari, baik yang sumber pembiayaannya melalui APBD (non PTSL/reguler) maupun melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL),” katanya.

Sementara itu, Kepala BPN Kendari, Irwan Idrus, menjelaskan kelebihan program PTSL adalah biaya pembuatan sertifikat tanah dibebankan kepada pemerintah pusat atau dengan kata lain gratis atau tidak dipungut biaya.

“Peserta PTSL hanya dibebankan untuk membayar penyediaan surat tanah untuk tanah yang belum memiliki surat tanah, pembuatan dan pemasangan tanda batas, BPHTB jika terkena, dan lain-lain seperti meterai, fotokopi Letter C ataupun biaya saksi,” katanya.

Adapun pembuatan sertifikat lahan melalui program ini untuk wilayah Provinsi Sultra kata dia, dipungut biaya sebesar Rp350 ribu.

“Untuk di kota kendari, ada 10 kelurahan yang masuk dalam program PTSL, yaitu Kelurahan Kendari Caddi, Jati Mekar, Anduonohu, Rahandouna, Anawai, Bende, Pondambea, Punggolaka, Watulondo, dan Anggoeya,” pungkasnya. (man/jie)

Facebook Comments
Baca Juga  Retret di Magelang, Bupati Koltim Optimis Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru