Kendari, Sulawesi Tenggara – Kebakaran hebat melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Jumat, 14 Februari 2025. Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan puluhan rumah warga dalam waktu singkat.
Menurut keterangan saksi, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Saat kejadian, banyak warga berada di luar rumah sehingga tidak dapat menyelamatkan barang-barang berharga mereka.
Dugaan awal menyebutkan kebakaran bermula dari sebuah warung makan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, Junaidin Umar, mengatakan pihaknya menerjunkan tujuh unit armada pemadam beserta 33 personel untuk mengendalikan kobaran api.
Selain itu, satu unit kendaraan medis turut disiagakan di lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
Namun, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar. Pemerintah setempat bersama aparat terkait tengah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta menyiapkan bantuan darurat bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran tersebut menghanguskan 26 kopel rumah dengan jumlah 52 Kepala Keluarga (KK). Api dapat dipadamkan sekira pukul 22.00 WITA.
Operasi pemadaman melibatkan 6 unit mobil Damkar, 1 unit Rescue, 1 unit mobil water cannon, 1 unit mobil PLN dan 30 unit mobil komunitas tandon air Kendari.
Pemerintah Kota Kendari berharap dapat segera menyelesaikan proses pendataan dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak.
Warga yang terdampak kebakaran tersebut masih membutuhkan bantuan dan dukungan dari masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu warga yang terdampak kebakaran tersebut.
Dengan demikian, diharapkan warga yang terdampak dapat segera memulihkan kehidupan mereka. (**)
Penulis: Abar








