Panjikendari.com – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus berupaya memaksimalkan pelaksanaan reforma agraria sebagai salah satu solusi meninimalisasi terjadinya sengketa lahan di kota itu.
“Masih banyak masalah yang terjadi di sektor agraria seperti sengketa, konflik, alih fungsi lahan hingga turunnya kualitas lingkungan,” kata Wali kota Kendari, H Sulkarnain K, saat membuka rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria yang digelar secara virtual, Senin, 15 Juni 2020.
Rapat tersebut digelar menindaklanjuti SK Wali Kota Kendari tentang pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
Sulkarnain meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam gugus tugas untuk memaksimalkan pelaksanaan reforma agraria di Kota Kendari.
“Pimpinan OPD, camat, dan lurah ikut ambil peran aktif dalam agenda ini,” katanya.
Ia berharap, dengan reforma agraria ini bisa memberikan solusi pada masyarakat minimal untuk mengakses modal usaha dalam melanjutkan usahanya dan meminimalisasi kemungkinan terjadinya masalah agraria.”Mari kita dukung reforma agraria di Kota Kendari,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala BPN Kota Kendari, Irwan Idrus mengatakan, Reforma Agraria adalah grand desain pembangunan pertanahan dan tata ruang nasional.
“Reforma agraria hadir untuk mempersempit ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah yang sejatinya akan memberikan harapan baru untuk perubahan dan pemerataan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Reforma agraria, kata dia, secara fundamental memberikan program-program yang dapat menuntaskan masalah kemiskinan masyarakat desa, meningkatkan kesejahteraan dengan kemandirian pangan nasional, meningkatkan produktivitas tanah, memberikan pengakuan hak atas tanah yang dimiliki baik secara pribadi, negara, dan tanah milik umum yang pemanfaatannya untuk memenuhi kepentingan masyarakat.
“Reforma agraria bentuknya ada tiga, yaitu legalisasi aset, redistribusi tanah, dan perhutanan sosial,” katanya.
Rapat Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kota Kendari dihadiri 24 anggota gugus tugas, 25 tim pelaksanan harian gugu tugas, dan 3 konsultan. Rapat juga sempat diikuti wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang /Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra via zoom. (man)







