Pagi yang cerah di Sabtu, 15 Februari 2025, tidak dapat menutupi kesedihan yang masih terasa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Puing-puing sisa kebakaran masih berserakan, menjadi saksi bisu atas kejadian yang telah menghanguskan puluhan rumah warga dan satu Sekolah Taman Kanak-Kanak.
Menurut data yang diperoleh, kebakaran yang terjadi pada Jumat, 14 Februari 2025, telah menyebabkan 52 kepala keluarga terdampak. Api yang menjalar dengan cepat telah menghanguskan rumah-rumah warga, meninggalkan suasana panik dan ketakutan di wajah warga yang berusaha menyelamatkan diri.
“Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang milik saya,” kata Suriati, salah satu warga terdampak. “Saya hanya bisa menyelamatkan diri saya sendiri. Saya masih trauma dengan kejadian tersebut.”
Selain Suriati, Tubo juga menjadi salah satu korban. Menurut keterangan korban, Pak Tubo mengatakan bahwa kebakaran tersebut telah menghanguskan puluhan rumah warga dan satu Taman Kanak-kanak. “Semoga pemerintah memikirkan anak-anak kami dengan membangun TK permanen untuk mereka bersekolah.”
Masyarakat sekitar TPA Puuwatu telah membantu korban kebakaran tersebut dengan menyediakan bantuan berupa makanan, minuman, dan tempat tinggal sementara. “Kami berusaha membantu korban kebakaran tersebut,” kata salah satu warga.
Penjabat Walikota Kendari, Parinringi, mengatakan bahwa pemerintah kota telah bergerak cepat untuk membantu korban kebakaran tersebut. “Kami telah mendirikan tenda regu sebagai tempat mengungsi korban dan mendirikan beberapa tenda evakuasi dan dapur umum.”
Wakil Wali Kota Kendari Terpilih, Sudirman, juga mengatakan bahwa pemerintah kota akan memberikan bantuan sosial kepada korban kebakaran tersebut. “Kami akan memberikan bantuan berupa makanan, minuman, dan pakaian kepada korban kebakaran tersebut.”
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Kendari, Junaidin Umar, mengatakan bahwa kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh arus pendek listrik atau kompor gas. “Kami masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.”
Korban kebakaran, Rahmayanto, mengatakan bahwa ia sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu korban kebakaran tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu kami.”
Kebakaran di TPA Puuwatu adalah kejadian yang sangat menyedihkan. Namun, kejadian tersebut juga menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap korban kebakaran.
Dalam kesempatan ini, pemerintah kota juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam membantu korban kebakaran tersebut. “Kita semua harus bersatu dalam membantu korban kebakaran tersebut,” kata Penjabat Walikota Kendari, Parinringi. (**)
Penulis: Abar








