GMNI Kendari Tantang DPRD Sultra: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 22:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari menggelar aksi demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis, 27 Februari 2025.

Dalam aksi tersebut, GMNI Kendari menuntut DPRD Sultra untuk berkoordinasi dengan DPR RI guna mengkaji ulang kebijakan pemangkasan anggaran. Mereka menilai bahwa Sultra masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur, pendidikan yang layak, serta layanan kesehatan yang memadai.

Selain itu, mereka juga meminta agar DPRD Sultra mendesak DPR RI untuk mengevaluasi kembali program Makanan Bergizi Gratis dengan melakukan pemetaan wilayah secara lebih cermat guna meminimalkan penggunaan anggaran yang dinilai kurang tepat sasaran.

Kepala Bidang Agitasi GMNI Kendari, Aji Darmawan, menegaskan bahwa pihaknya menolak program Makanan Bergizi Gratis jika anggarannya justru mengorbankan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Kami meminta DPRD Sultra untuk menolak program makan siang gratis yang justru mengorbankan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tegasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Sultra.

Menurutnya, Sultra masih membutuhkan perhatian lebih di sektor infrastruktur dan kesehatan, bukan sekadar program makan siang gratis yang dinilai tidak mendesak dibandingkan kebutuhan fundamental lainnya.

Menanggapi tuntutan GMNI, Anggota Komisi III DPRD Sultra, Abdul Khalik, menyatakan bahwa isu yang disuarakan GMNI merupakan kepentingan bersama.

“Isu yang dibawa GMNI menyangkut kemaslahatan masyarakat. Kami setuju bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan hanya demi program makanan bergizi,” ujar Abdul Khalik.

Ia menambahkan bahwa kondisi Sultra tidak bisa disamakan dengan Pulau Jawa, terutama dalam hal infrastruktur. Menurutnya, pembangunan jalan dan fasilitas lainnya masih sangat dibutuhkan.

“Kalau pemangkasan anggaran dilakukan untuk perjalanan dinas anggota DPR, saya sangat sepakat. Tapi jangan sampai infrastruktur, kesehatan, atau pendidikan yang terkena dampaknya,” katanya. (*)

Baca Juga  Pemkot Kendari Evaluasi Metode Pembelajaran Online Selama Pandemi Covid-19

Penulis: Wahyu

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru