Banjir di Konawe Utara Belum Surut, Akses Jalan Masih Terhambat

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE UTARA – Banjir yang melanda Desa Linomoyo, Kecamatan Oheo, Konawe Utara, belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut menyebabkan genangan air semakin tinggi dan menyulitkan pengendara yang melintasi jalur utama.

Salah seorang pengendara, Erick, yang hendak kembali dari Bahodopi ke Kendari, mengungkapkan bahwa dirinya belum bisa melanjutkan perjalanan lantaran akses jalan masih terendam banjir. Erick menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak 19 Maret 2025.

“Saat kami berangkat dari Kendari ke Bahodopi pada 26 Maret, kendaraan masih bisa melintas. Namun, ketika hendak pulang pada 29 Maret, jalan sudah tidak bisa dilewati karena air semakin tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banjir yang bertahan hingga empat hari ini memaksanya kembali ke Bahodopi. “Hari ini saya coba lagi untuk pulang, tetapi air masih tinggi. Namun, mulai ada tanda-tanda surut. Semoga dalam satu atau dua hari ke depan air semakin turun jika tidak ada hujan,” harapnya.

Menurut Erick, banjir yang terjadi sejak 22 Maret mengakibatkan kendaraan sulit melintas. Beberapa kendaraan yang memiliki cantolan untuk ditarik bisa menggunakan traktor dengan tarif antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ketinggian air. Namun, jika air semakin tinggi, kendaraan harus menggunakan rakit tradisional atau yang disebut pincara.

“Kalau pakai pincara, ada risiko kendaraan tercebur karena ukurannya kecil. Tarif pincara bervariasi, untuk motor siang hari dikenakan biaya Rp50 ribu dan mobil Rp500 ribu. Sementara pada malam hari, tarif motor naik menjadi Rp100 ribu dan mobil Rp750 ribu,” jelasnya.

Ia telah dua kali mengecek langsung kondisi banjir dan berharap dalam dua hari ke depan air surut sehingga kendaraan bisa melintas dengan aman. “Menurut warga setempat, jika dalam dua hari ke depan tidak turun hujan, jalan sudah bisa dilewati oleh kendaraan,” tambahnya.

Baca Juga  Muna Telat Refocusing APBD Gegara Staf Sakit Gigi, DPRD Geram

Diketahui, perjalanan dari Bahodopi ke lokasi banjir memakan waktu sekitar tiga jam, sedangkan dari Kendari membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam. Hingga saat ini, warga dan pengendara masih terus memantau perkembangan banjir di wilayah tersebut. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru