Masuk Kategori Risiko Tinggi Bencana, Pemkot Kendari Bentuk FPRB

- Penulis

Sabtu, 7 September 2019 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Kendari.

i

Foto bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Kendari.

panjikendari.com – Kota Kendari masuk salah satu daerah di Indonesia kategori risiko tinggi terjadinya bencana, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran pemukiman, dan kekeringan.

“Pada tahun 2013 merupakan kejadian bencana banjir yang sangat parah di Kota Kendari yang tidak hanya mengakibatkan kerugian materi dan kerusakan lingkungan tapi juga menelan korban jiwa. Pada tahun ini tepatnya tanggal 13 April 2019 telah terjadi bencana banjir yang menyebabkan terendamnya pemukiman penduduk dan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Wua-wua dan Baruga,” ungkap Asisten 1 Pemerintah Kota Kendari, Makmur, saat mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Kendari.

Dia mengungkapkan, FPRB Kota Kendari tergabung beberapa unsur multistakecholder peduli bencana yang memiliki peran besar untuk mengurangi risiko kebencanaan di Kota Kendari.

Untuk mengurangi risiko bencana tersebut, Pemerintah Kota Kendari mengajak stakeholder kebencanaan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat aktif.

Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Suhardin mengatakan, untuk meminimalisasi risiko bencana di Kota Kendari, BPBD Kota Kendari sudah memasang peringatan dini bencana tanah longsor.

“Dalam waktu dekat kita akan pasang early warning sistem untuk banjir, sehingga warga sudah tahu lokasi pengungsian dan jalur evakuasi kalau terjadi bencana. Kami juga akan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pengetahuan pada siswa,” jelasnya.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana, Safril Kasim mengatakan, masyarakat punya peran penting mengatasi banjir di Kota Kendari, karena salah satu penyebab banjir yang setiap tahun melanda yaitu tumpukan sampah di aliran sungai yang bermuara ke Teluk Kendari.

“Sampah menjadi penyebab sedimentasi nomor dua di teluk, yang pertama pembangunan infrastruktur di sekitar teluk. Kalau masyarakat bisa mengatasi persoalan sampah, maka risiko banjir bisa dikurangi,” ungkap Akademisi UHO ini.

Baca Juga  Pemkot Kendari Salurkan 4 Ton Benih Padi secara Gratis ke Petani

Menurut Safril, regulasi pemanfaatan lahan di hulu dan tengah DAS Wanggu, perlu didorong untuk menurunkan laju aliran permukaan di musim hujan serta meningkatkan kapasitas infiltrasi, sehingga meningkatkan cadangan air tanah,” tambahnya.

Dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL ) UHO ini menjelaskan, Forum PRB akan mengambil peran lebih strategis dalam aspek pengurangan risiko bencana.

“Visi Forum PRB Kota Kendari adalah Menjadi mitra strategis dan terdepan pemerintah Kota Kendari dalam pengurangan risiko bencana dengan empat misi, yaitu memprakarsai dan mengembangkan strategi advokasi PRB, mendorong perbaikan tata kelola urusan kebencanaan, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam PRB Kota Kendari, serta membangun jejaring kemitraanglobal, nasional dan lokal,” pungkasnya. (man/jie)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru