Kesal karena Kantor Dilempari, Oknum Honorer di Mubar Ngamuk Usai Ngemiras

- Penulis

Senin, 3 Juni 2019 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

panjikendari.com – Ramadan merupakan bulan dimana kita dituntut untuk melatih menahan segala hawa nafsu, termasuk nafsu amarah.

Namun demikian, tidak semua orang mampu melakukannya. Kadang, ada yang hanya mampu menahan lapar dan dahaga tetapi tidak bisa mengendalikan emosi.

Misalnya saja dua oknum pegawai honorer Badan Kesabagpol Muna Barat berinisial L dan A. Keduanya mengamuk di Desa Ondoke, Kecamatan Sawerigadi, Rabu malam, 29 Mei 2019.

Parahnya, L dan A diketahui mengamuk setelah mengkonsumsi minuman keras (miras). Sambil memegang reng dan memukul-mukulnya ke aspal, keduanya sambil berteriak-teriak menantang warga setempat.

Saksi mata yang juga tokoh pemuda di Ondoke, Wenas, hampir menjadi korban aksi premanisme kedua honorer tersebut. “Kejadiannya sangat cepat disaat masyarakat lagi berbuka puasa. Tiba-tiba terdengar teriakan dari oknum trsb dan mengatakan “Siapa yang jago di sini keluar..” sambil memegang reng dan memukulnya di aspal,” tutur Wenas kepada media ini.

Menurut Wenas, insiden tersebut sempat membuat masyarakat setempat bingung karena tidak tahu menahu tiba-tiba ada yang mabuk-mabukan sambil teriak.

Dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muna Barat (Mubar), La Ode Andi Muna, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Andi Muna, kejadian tersebut diluar pengetahuannya. Pemicunya berawal dari adanya aksi pelemparan kantor Kesbangpol Mubar oleh orang tak dikenal.

“Awalnya karena kantor kami diempar, kaca-kaca kantor pecah. Pelemparan pertama terjadi dua hari setelah Pemilu. Kita sudah lapor ke Polsek Sawerigadi tapi belum ada hasil. Setelah itu terjadi lagi pelemparan kedua pada tanggal 22 April (2019),” terang Andi Muna menceritakan kronologi kejadian.

Andi Muna menduga, pelemparan dilakukan karena ada pihak-pihak yang tidak terima kekalahan saat Pemilu lalu.

Baca Juga  Dukung Edaran Wali Kota, DPRD Kota Kendari: Penamatan Jangan Jadi Ajang Hura-hura

Karena tidak terima kantornya dilempar, lanjut Andi Muna, anak buahnya mengambil sikap dengan mencari tahu dan menantang keluar pelaku pelemparan. “Itu tanpa diperintah. Diluar sepengetahuan saya,” katanya.

Awalnya, lanjut Andi Muna, tidak ada pengaruh alkohol saat oknum honorer tersebut mengeluarkan kata-kata kasar. Namun karena ada masyarakat yang rada-rada melawan sehingga keduanya pergi tenggak miras.

Kata Andi Muna, kejadian itu tidak sampai menimbulkan keributan yang lebih besar karena ada keluarga honorer tadi yang datang melerai.

Untuk menghindari keributan susulan, sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan, Andi Muna berkoordinasi dengan kepala desa agar dimediasi.

“Dalam mediasi disepakati bahwa persoalan yang terjadi tidak akan terulang lagi. Mereka saling memaafkan. Tapi anehnya, pada malamnya, saat saya salat Magrib di masjid. Ada yang datang ribut-ribut depan rumahku. Mereka rusaki pagar rumah saya,” kesalnya.

Andi Muna mengatakan, jika memang tindakan anak buahnya dengan mengeluarkan kata-kata kasar tidak dapat diterima oleh masyarakat, ia mempersilakan untuk dilaporkan kepada aparat berwenang.

“Kalau memang ada tindakan kriminal, silakan dilapor polisi. Tapi kan tidak ada kriminal di situ. Hanya berteriak-teriak menantang pelaku pelemparan. Kalau saya punya anggota berbuat kriminal, saya pecat,” tandasnya.

Terhadap pelaku pelemparan, Andi Muna meminta untuk sadar dan tidak mengulanginya, apalagi dalam kampung sendiri. “Mestinya kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dalam kampung, bukan membuat gaduh,” harapnya. (jie)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru