Taliban Kembali Berkuasa, Sejumlah Remaja Perempuan Ahli Robot Tinggalkan Afghanistan

- Penulis

Rabu, 25 Agustus 2021 - 07:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim robotika perempuan Afghanistan buat ventilator dari suku cadang mobil. Sejak Taliban menguasai Kabul, para anggota tim robotik perempuan lari ke Qatar. (Foto: EPA/Republika.co.id)

i

Tim robotika perempuan Afghanistan buat ventilator dari suku cadang mobil. Sejak Taliban menguasai Kabul, para anggota tim robotik perempuan lari ke Qatar. (Foto: EPA/Republika.co.id)

Panjikendari.com – Afghanistan kehilangan kaum perempuan yang merupakan para penemu dan ahli di bidangnya gegara Taliban kembali berkuasa. Di antaranya adalah para remaja perempuan yang tergabung dalam tim ahli mekanik dan pembuat robot yang kini mengungsi ke Qatar. Mereka sempat mencuri perhatian dunia atas kesuksesan menciptakan robot.

Para remaja yang rata-rata berusia 15-18 tahun itu bahkan telah membuat penemuan robotik yang telah dipatenkan. Hak paten itu termasuk robot pendeteksi ranjau darat dan ventilator berbiaya murah terbuat dari onderdil mobil.

Beberapa bahkan pernah ambil bagian dalam Olimpiade Robot Dunia yang pertama kali digelar di Washington, DC, Amerika Serikat, pada 2017.

Mereka saat ini masih berada di Doha sembari menyelesaikan pendidikan di kota itu demi masa depan mereka. Para remaja ini meninggalkan keluarga mereka yang masih terjebak di Afghanistan.

Para remaja ini merupakan kelahiran 2000-an awal ketika Amerika Serikat menginvasi Afghanistan dan memukul mundur Taliban.

“Sedih rasanya bagi kami harus meninggalkan Afghanistan. Sulit bagi kami karena keluarga masih di sana dan negara kami hancur,” ujar Nahid Rahimi, salah seorang perempuan ahli robot yang kini tinggal di Qatar, kepada Fox News via AP seperti dikutip melalui cnnindonesia.com.

Rahimi dan teman-temannya mengkhawatirkan yang terburuk di bawah rezim Taliban. Ia cemas perempuan dan minoritas akan kehilangan hak dan kebebasan yang diperoleh dengan susah payah dalam beberapa tahun terakhir.

“Ya, kami benar-benar berpikir bahwa kami harus pergi karena kami tidak punya pilihan lain,” kata remaja perempuan anggota lainnya dari tim robot, Sadaf Hamidi.

Pihak Taliban melalui juru bicara mereka, Shuhail Shaheen sendiri berjanji akan memerintah Afghanistan secara inklusif dan moderat. Khusus untuk kaum perempuan, Taliban juga berjanji membolehkan wanita bekerja dan tidak diwajibkan mengenakan cadar.

Baca Juga  Warga Kessilampe Razia TKA China di Kantor PT IMIP

Meski demikian, banyak pihak meragukan janji Taliban tersebut. Pasalnya, sejumlah peristiwa yang terjadi bertolak belakang dengan janji tersebut. Salah satunya adalah pengakuan perempuan pekerja televisi nasional Afghanistan yang diminta berhenti dari pekerjaannya. (**)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210824153059-113-684672/gara-gara-taliban-afghanistan-ditinggal-perempuan-ahli-robot

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru