Usai Dilantik Jadi Bupati Busel, La Ode Arusani Akan Segera Benahi Birokrasi

- Penulis

Rabu, 1 Januari 2020 - 03:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati sekaligus Plt Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani, dilantik sebagai Bupati Buton Selatan definitif oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi atas nama Mendagri, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa, 31 Desember 2019. (Foto: Diskominfo Sultra)

i

Wakil Bupati sekaligus Plt Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani, dilantik sebagai Bupati Buton Selatan definitif oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi atas nama Mendagri, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa, 31 Desember 2019. (Foto: Diskominfo Sultra)

panjikendari.com – Wakil Bupati sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Bupati Buton Selatan (Busel) La Ode Arusani, Selasa, 31 Desember 2019, resmi dilantik menjadi Bupati Busel definitif sisa masa jabatan 2017-2022.

Arusani dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi atas nama Menteri Dalam Negeri, di rumah jabatan gubernur Sultra. Pelantikan ini dalam rangka mengisi kekosongan jabatan setelah Bupati Busel sebelumnya, Agus Feisal Hidayat, yang tersandung kasus hukum.

Usai dilantik, Bupati Busel La Ode Arusani menyampaikan bahwa pertama yang akan dilakukan adalah membenahi birokrasi dengan memberikan kesempatan kepada pejabat yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan di seluruh OPD yang ada.

Rencana mereposisi pejabat dianggapnya perlu dalam rangka mendukung dirinya sebagai kepala daerah dalam melaksanakan visi misi pemerintah Kabupaten Buton Selatan yakni terwujudnya Buton Selatan sebagai pusat pertumbuhan baru melalui otimalisasi sumberdaya lokal menuju masyarakat sejahtera, mandiri, dan bermartabat.

La Ode Arusani mengaku akan ‘membongkar’ sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintah Kabupaten Buton Selatan yang berjumlah 33 OPD. Tentu prosesnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita ingin yang menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Misalnya, kalau dia dari guru, jangan di inspektorat, apalagi di bagian keuangan, repot nanti. Jadi, sesuai dengan bidang keilmuannya,” ucap Arusani.

Di sisa masa jabatannya selama dua tahun kedepan, Arusani berharap bisa melakukan yang terbaik bagi daerah agar bisa sejajar dengan daerah-daerah lain.

Kata dia, banyak hal yang perlu digenjot untuk mengejar ketertinggalan, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, air bersih, pariwisata, dan buidaya. Termasuk pembangunan pelabuhan yang menghubungkan antar-pulau di Buton Selatan.

Baca Juga  Pemda Butur Salurkan Belasan Ribu Paket Sembako ke Warga

Untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat Buton Selatan, kata dia, dibutuhkan perangkat pemerintahan yang kompeten serta memiliki loyalitas tinggi.

“Makanya, secepatnya, bulan Januari 2020 ini kita akan evaluasi birokrasi, lalu kita tata kembali dengan baik,” ujarnya.

Menyinggung mengenai wakilnya, Arusani menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung untuk mengusulkan nama-nama yang dinggap pas untuk mendampinginya nanti.

Ada empat partai pengusung pasangan Agus Feisal – La Ode Arusani pada Pilkada Busel tahun 2017 lalu, yakni, PDIP, Golkar, PKS, dan Partai Demokrat.

“Saya kembalikan kepada partai pengusung untuk mengusulkan (jadi wakil). Karena yang memilih nanti adalah anggota DPRD, bukan saya,” katanya.

Yang pasti, kata Arusani, sedapat mungkin yang diusulkan sebagai calon wakil Bupati Busel nanti adalah sosok atau figur yang memiliki niat baik dalam membangun daerah Buton Selatan.

“Karena Buton Selatan ini baru seumur jagung, baru lima tahun mekar, maka sebaiknya pasangan saya nanti adalah yang paham betul tentang Buton Selatan dan memiliki nawaitu untuk membangun  daerah,” tutupnya. (jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru