Suasana Mudik, Polsek KPPP Kendari Antisipasi Calo dan Penumpang Gelap

- Penulis

Kamis, 30 Mei 2019 - 02:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

panjikendari.com – Musim mudik lebaran memang identik dengan calo tiket dan penumpang gelap. Dua ‘virus’ ini benar-benar mengusik suasana batin para penumpang kapal. Bikin pedoko.

Calo tiket menjual tiket diatas harga normal, sedangkan penumpang gelap menyusup masuk tanpa tiket, membaur dalam kapal berdesak-desakan dengan penumpang yang mengantongi tiket.

Mengantisipasi hal itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Kendari telah siap dengan kekuatan 30 personel untuk melakukan patroli pengamanan di Pelabuhan Nusantara Kendari.

Kapolsek KPPP Kendari, AKP Reda Irfanda, menjelaskan, calo tiket memang menjadi profesi musiman saat suasana lebaran, namun keberadaan mereka cukup meresahkan para penumpang. “Sejauh ini, di Pelabuhan Kendari, kita belum temukan calo tiket. Tapi kita tetap pantau dan awasi, jika ada pelaku calo tiket, kita akan langsung amankan,” tegas Reda.

Calo tiket, kata Reda, kerjanya membeli tiket dalam partai banyak lalu dijual kembali kepada para penumpang dengan harga yang lebih tinggi. “Jadi, kita juga sudah imbau kepada agen penjualan tiket untuk menjual tiket kepada penumpang yang akan berangkat saja, bukan kepada orang tertentu dalam partai banyak,” katanya.

Kepada para calon penumpang, Reda mengimbau agar melaporkan ketika mendapatkan ada penjual tiket yang melebihi tarif normal. Selain itu, para calon penumpang juga diminta untuk membeli tiket di loket-loket resmi yang sudah disiapkan.

Selain calon tiket, aparat Polsek KPPP Kendari juga fokus mengantisipasi adanya penumpang gelap, yaitu penumpang yang masuk melalui jalur tidak resmi untuk menghindari pembelian tiket.

“Keberadaan penumpang gelap ini cukup membahayakan bagi penumpang kapal dan proses pelayaran itu sendiri,” katat Reda.

Olehnya itu, kata Reda, pihaknya menyebar personel dalam area pelabuhan untuk melakukan patroli pengamanan. Tentunya, patroli pengamaman ini juga untuk mengantisipasi potensi-potensi kerawanan lain seperti kejahatan konvensional, antara lain, jambret, copet, ataupun hipnotis. (jie)

Facebook Comments
Baca Juga  Bupati Buton Ikut Retret di Magelang: Pererat Hubungan dan Selaraskan Kebijakan Pusat-Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru