Sidak ke RSUD, Komisi III DPRD Muna Temukan Banyak Masalah

- Penulis

Jumat, 14 Februari 2020 - 07:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi antara anggota Komisi III DPRD Muna dengan manajemen RSUD Muna membahas berbagai persoalan di rumah sakit tersebut.

i

Audiensi antara anggota Komisi III DPRD Muna dengan manajemen RSUD Muna membahas berbagai persoalan di rumah sakit tersebut.

panjikendari.com, Raha – Buruknya sistem pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna membuat Anggota DPRD Muna geram.

Pasalnya, rumah sakit pelat merah ini kerap kali mendapat sorotan masyarakat Muna. Tak hanya itu, masyarakat Muna selalu mengadu kepada anggota DPRD Muna tentang sistem pelayanan RSUD.

Salah satu keluhan masyarakat adalah sistem pelayanan pasien mulai dari persoalan pelayanan dokter, kebersihan rumah sakit hingga kondisi WC yang tidak berfungsi.

Atas aduan tersebut, anggota Komisi III DPRD Muna langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit. Sidak kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Muna Natsir Ido, bersama Ketua Komisi III Irwan dan anggota Komisi III.

Dalam sidak itu, mereka mengecek seluruh fasilitas dan langsung beraudiens dengan Dirut RSUD Muna dan seluruh jajarannya untuk menanyakan dan memastikan kondisi rumah sakit.

Anggota Komisi III DPRD Muna Awal Jaya Bolombo sangat prihatin melihat kondisi rumah sakit yang kelihatan kotor dan pelayanan pasien rumah sakit yang buruk.

“Kami melihat banyak masalah di rumah sakit. Terutama soal kebersihan  dan WC. Hampir semua WC tidak berfungsi. Begitu juga kebersihannya. Bayangkan saja dari luar kelihatan megah, tapi ketika kita masuk di dalam kelihatan kotor,” ujarnya.

Selain itu Awal Jaya Bolombo menyoroti tentang pelayanan para dokter ahli yang menurutnya lebih memperhatikan membuka praktik di klinik ketimbang pelayanan di rumah sakit.

“Sesungguhnya jam kerja para dokter ahli itu jam berapa masuk. Kenapa mereka masuk jam 10 baru melayani pasien padahal mereka itu ASN dan jam kerja ASN itu masuk jam 8,” ujar Awal Jaya.

Menurut AJB, Pemda Muna telah mengalokasikan anggaran besar untuk insentif para dokter ahli. Seharusnya insentif yang besar itu seimbang dengan pelayanan mereka terhadap pasien.

“Kami DPRD sudah setujui insentif para dokter ahli itu Rp 30 juta per bulan. Insentif ini sangat besar, seharusnya pelayanan mereka harus maksimal jangan lagi ada keluhan di masyarakat. Kalau masih tetap ada keluhan maka kami akan tinjau kembali Insentif dokter ahli. Buat apa kita kasih insentif besar sementara mereka tidak maksimal melayani masyarakat,” tegas AJB.

Baca Juga  PT SMI Setujui Pinjaman Pemkot Kendari Rp374 Miliar

Ketua Komisi III DPRD Muna, Irwan juga menekankan kepada Dirut RSUD Muna agar lebih memaksimalkan pelayanan terhadap pasien. Sebab Irwan juga banyak menerima keluhan yang sama tentang buruknya pelayanan.

“Dari segi pelayanan cukup mencederai kita. Wibawa pemerintah harus dijaga, olehnya itu kami harapkan dirut bisa membenahi sistem pleyananan di rumah sakit,” pintanya.

Irwan juga menekankan kepada Dirut RSUD Muna agar pengelolaan Rumah Sakit bisa dimaksimalkan. Harapanya, Rumah Sakit Muna bisa menjadi pusat rujukan minimal tiga kabupaten yaitu, Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Utara.

“Harapan kami, Rumah Sakit ini bisa menjadi pusat rujukan di tiga kabupaten di wilayah kepulauan. Olehnya kami minta ketegasan dirut untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di rumah sakit,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan anggota DPRD Muna, Dirut RSUD Muna, dr. Marlin mengakui bahwa semenjak dirinya dilantik sebagai Dirut, kondisi RSUD Muna sudah mendapatkan banyak masalah, terutama terkait fasilitas

“Memang kami akui sejak pertama kami masuk tahun 2017 lalu, banyak fasilitas kita bermasalah terutama soal WC. Kami juga sudah berupaya mendatangkan tenaga ahli tapi belum bisa teratasi. Kemudian soal kebersihan, kami sudah punya anggaran tahun ini Rp 750 juta. Anggran ini akan dipihakketigakan,” katanya.

dr. Marlin berjanji akan membenahi segala permasalahan yang terjadi di rumah sakit, baik sistem pelayanan, kebersihan  maupun fasilitas – fasilitas yang bermasalah. Olehnya itu, dirinya meminta dukungan DPRD Muna terutama dukungan anggaran.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Muna Natsir Ido, berjanji di hadapan seluruh manajemen rumah sakit akan mengawal anggaran rumah sakit saat pembahasan anggaran di DPRD nanti.

“Tidak ada anggaran yang dibahas sebelum anggaran rumah sakit dibahas lebih dulu, itu komitmen saya sebagai Wakil ketua DPRD Muna,” pungkasnya.(adi/jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru