Kendari – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara (Sultra), siap mengawal kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) dan Ir Hugua (ASR-Hugua).
Wakil Ketua 1 PKC PMII Sultra, Rian Rinaldi, mengatakan, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra merupakan awal dari babak baru kepemimpinan Sultra. Momentum ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga tentang harapan masyarakat perihal perubahan dan perbaikan di berbagai sektor.
“Harapan masyarakat tentu besar terhadap pemimpin yang telah diberikan mandat, terutama dalam menunaikan program-program unggulan yang dijanjikan selama kampanye, Kata Rian sapaan karibnya, Kamis, 20 Februari 2025.
“Tepatnya ada 8 Program unggulan bapak ASR-HUGUA (1). Jama’ah: Jalan Mulus Antar Wilayah, (2). Samudra: Semua Mudah Dapat Kerja, (3). Satria Kepulauan: Satu Triliun Anggaran Kepulauan (4). Setara: Seratus Juta Asuransi Untuk Petani (5). Laris: Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis (6). Mantu: Modal Usaha untuk Ibu-ibu (7). Penggaris: Perlengkapan Seragam dan Sekolah Gratis (8). Sportika: Sport Center tiap Kabupaten dan Kota,” sambungnya.
Rian menegaskan, pernyataan kesiapan untuk mengawal kebijakan pasangan kepala daerah yang baru adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai mahasiswa.
“Ini adalah langkah positif yang mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan tepat sasaran dan berpihak kepada rakyat,” ucap Ketua Kaderisasi PMII Sultra itu.
Rian juga menyampaikan, pemerintahan yang baru ini harus progres dalam menyelesaikan masalah-masalah yang masih sering kita temui di Sultra.
“Apalagi saat ini ada banyak dugaan kasus penyelewengan anggaran di pemerintahan, baik itu di kabupaten/kota maupun ditubuh pemerintah provinsi itu sendiri,” katanya.
Namun menurut Rian, mengawal pemerintahan bukan sekadar mengkritisi, tetapi juga memberikan masukan konstruktif.
“Tentu saja kita tidak hanya mengkritik tetapi kta juga akan memberikan masukan-masukan yang kiranya membangun,” katanya.
Jika peran kontrol ini berjalan dengan baik, kata Rian, bukan hanya pemerintah yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat Sultra secara keseluruhan. (*)
Penulis: Wahyu








