Peta Kerawanan Pemilu 2019 di Sultra

- Penulis

Sabtu, 2 Februari 2019 - 22:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – Potensi kerawanan dalam setiap momen pesta demokrasi, pasti selalu ada. Tinggal bagaimana pihak-pihak terkait melakukan pencegahan agar potensi tersebut tidak terjadi.

Untuk Pemilu 2019 nanti, baik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra sudah memetakan daerah-daerah rawan.

Versi Polda Sultra sendiri, beberapa daerah yang dianggap rawan adalah Kota Baubau, Buton Selatan (Busel), dan Kota Kendari.

Kasubdit I Politik Dit Intelkam Polda Sultra, Kompol Muhammad Fahroni, menyebutkan, Kota Baubau dianggap rawan karena di sana pernah terjadi konflik antar kelompok masyarakat. Di Busel juga pernah terjadi keributan.

“Daerah-daerah ini dianggap berpotensi terjadi kerawanan Pemilu karena adanya konflik sebelumnya di tengah masyarakat yang dikhawatirkan jika hal itu terjadi lagi maka akan mengganggu proses penyelenggaraan Pemilu,” kata Fahroni saat menjadi pemateri pada Focus Discussion Group FGD yang diselenggarakan KIPP Sultra, Sabtu, 2 Februari 2019.

Selain Baubau dan Busel, kata Fahroni, Kota Kendari juga masuk sebagai daerah yang rawan, karena di Kota Kendari merupakan pusat kendali. Perguruan tinggi dan pimpinan-pimpinan partai politik serta penyelenggara Pemilu ada di Kendari.

Mengantisipasi kerawanan tersebut, kata Fahroni, Polda Sultra bersama jajaran Polres didukung instansi terkait dan mitra Kamtibmas melakukan operasi kepolisian terpusat dengan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.

Sementara itu, Bawaslu juga telah membuat peta kerawanan. Namanya indeks kerawanan pemilu, dibuat secara periodik oleh Bawaslu.

Komisioner Bawaslu Sultra, Munsir Salam, menjelaskan, indeks kerawanan pemilu tersebut menjadi rujukan bagi Bawaslu dalam melakukan kerja-kerja pengawasan dalam setiap tahapan pemilihan.

Untuk Pemilu 2019, kata dia, Bawaslu telah membuat indeks kerawanan pemilu yang memprediksi situasi Pemilu berdasarkan beberapa aspek, yaitu, aspek penyelenggaraan, aspek partisipasi, sosial politik, dan aspek kontestasi.

Baca Juga  Wa Ode Rabia Apresiasi HPS: Jangan Hanya Jadi Seremonial Belaka

Sultra sendiri secara nasional menempati urutan kelima dari 34 provinsi untuk tingkat kerawanan Pemilu 2019. “Urutan kelima itu artinya Sultra berada pada posisi rawan sedang menuju tinggi,” ujar Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Sultra ini.

Menurut Munsir, tingkat kerawanan Pemilu 2019 yang dibiat diukur berdasarkan hal-hal yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang mungkin terjadi.

Kata dia, ada dua kabupaten menjadi lokasi penilaian kerawanan dan memberi kontribusi sehingga Sultra berada di posisi kelima, yakni, Kota Kendari dan Buton Utara.

“Itu pada aspek kontestasi, yang mana, pada saat pelaksanaan Pilwali Kota Kendari, misalnya, terjadi kasus pembakaran kantor kelurahan pada saat proses pemungutan suara saat itu.”

“Demikian juga dengan di Buton Utara. Pada aspek kontestasi, berdasarkan hasil pendataan pada Pilcaleg sebelumnya, di sana caleg-calegnya multietnis yang menimbulkan dinamika tersendiri karena ada persaingan diantara kelompok-kelompom etnis,” terangnya.

Itu dari aspek kontestasi. Dari aspek lain seperti penyelenggaraan, kata Munsir, tidak memberikan kontribusi signifikan dalam indeks kerawanan Pemilu 2019.

Aspek penyelenggaraan, kata Munsir, akan menyumbang angka cukup tinggi dalam indeks kerawanan pemilu jika terjadi pelanggaran etik di tingkat penyelenggara.

“Misalnya pada Pilkada lalu, anggota KPU Kolaka diberhentikan secara tidak hormat karena tidak netral. Itu cukup tinggi indeksnya,” terangnya.

Munsir menyampaikan, indeks kerawanan Pemilu 2019 ini akan menjadi alat bagi Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pemilu khususnya dalam aspek pencegahan.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Kendari Tantang DPRD Sultra: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?
Dorong Gizi Seimbang, DPR RI Sosialisasikan Program Makanan Bergizi Gratis di Kolaka Timur
Wakil Bupati Buton Audiensi dengan DPR RI: Bahas Potensi Alam dan Akses Internet di Buton
Mastri Susilo Terpilih Aklamasi Pimpin PATRI Sultra
Alvin-Syarif Lakukan Registrasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri
Bupati dan Wabup Koltim Siap Dilantik, Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri
Festival Palembang Maju: Yudha-Bahar Hadirkan Kemeriahan Seni Budaya dan UMKM Lokal di Benteng Kuto Besak
Pendapat Pengamat Politik UHO soal Pilkada Mubar dan Wacana Kotak Kosong

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 22:20 WITA

GMNI Kendari Tantang DPRD Sultra: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

Rabu, 26 Februari 2025 - 09:15 WITA

Dorong Gizi Seimbang, DPR RI Sosialisasikan Program Makanan Bergizi Gratis di Kolaka Timur

Selasa, 25 Februari 2025 - 22:55 WITA

Wakil Bupati Buton Audiensi dengan DPR RI: Bahas Potensi Alam dan Akses Internet di Buton

Minggu, 23 Februari 2025 - 16:23 WITA

Mastri Susilo Terpilih Aklamasi Pimpin PATRI Sultra

Senin, 17 Februari 2025 - 21:00 WITA

Alvin-Syarif Lakukan Registrasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Sultra Resmi Tunjuk Muhammad Fadlansyah sebagai Pj Sekda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:37 WITA