Pemkot Kendari Bakal Promosi Pangan Lokal di Momen HPS

- Penulis

Rabu, 31 Juli 2019 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Nismawati.

i

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Nismawati.

panjikendari.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan memanfaatkan momentum pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di daerah itu pada Oktober 2019 untuk mempromosikan berbagai ragam pangan dan kuliner lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Nismawati, di Kendari, Selasa, 30 Juli 2019, mengatakan, HPS ke-39 akan dihadiri tamu dari 34 provinsi hingga tamu dari luar negeri dengan jumlah sekitar 15 ribu orang.

“Ini adalah momentum yang sangat baik untuk lebih memperkenalkan pangan lokal atau kuliner lokal yang kita milik agar bisa lebih dikenal luas ,” katanya.

Menurut Nismawati, pangan lokal yang ingin dipromosikan adalah Sinonggi, Kambose, Kasuami dan Kabuto atau seringh disebut Sikkato.

DIsebutkan, panganan lokal Sikkato merupakan panganan berbahan non-beras yakni Sinonggi berbahan baku sagu, Kasuami berbahan baku singkong, Kambose berbahan baku jagung dan Kabuto berbahan baku ubi kayu.

“Pangan lokal ini semua terbuat dari bahan baku non beras yang merupakan pangan pokok leluhur masyarakat SUltra. Dan bahan bakunya melimpah di daerah ini,” katanya.

Dikatakan, untuk memaksimalkan promosi pangan lokal tersebut maka pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh rumah makan dan restoran yang ada di Kendari akar menyajikan menu lokal sebagai salah satu menu pilihan.

“Sekitar 39 unit restoran dan 76 rumah makan yang skala besar sudah kami koordinasikan untuk menyiapkan menu lokal tersebut, sehingga bisa ditawarkan kepada setiap tamu untuk mencicipi menu khas Kendari atau Sultra tersebut,” katanya.

Sinonggi adalah makanan pokok Suku Tolaki yang terbuat dari pati sari sagu. Di Sulawesi Selatan, masakan yang serupa dikenal dengan nama kapurung dan di Kepulauan Maluku disebut papeda.

Baca Juga  Pemkot Kendari Luncurkan Program Pasar Tani

Kambuse/kambose adalah salah satu makanan pokok masyarakat Kabupaten Muna. Makanan tradisional ini terbuat dari biji jagung biasa (jagung putih) yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Muna.

Kasuami merupakan makanan tradisional khas asal Kabupaten Wakatobi yang terbuat dari ubi kayu atau singkong yang dihaluskan dan dikukus kemudian dibuat menyerupai kerucut atau tumpeng.

Sedangkan Kabuto merupakan salah satu makanan khas masyarakat Muna. Panganan tradisional ini berbahan dasar ketela pohon (ubi kayu). (man)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru