LMND Kendari Menolak Soeharto Jadi Pahlawan: “Bangsa Ini Perlu Kejujuran, Bukan Pelupa”

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 14:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, Panjikendari.com — Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, kembali mencuat. Kali ini, disuarakan langsung oleh Kementerian Sosial dan mendapat dukungan dari Menteri Sekretaris Negara. Namun bagi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kendari, usulan tersebut bukan sekadar keliru, melainkan berbahaya bagi ingatan kolektif bangsa.

“Usulan ini seperti menabur garam di luka sejarah yang belum sembuh,” tegas Jordi Apriyanto, Ketua LMND Kendari, dalam pernyataannya.

Menurut Jordi, negara seharusnya bersikap jujur terhadap masa lalu. Bukan justru memberi panggung kehormatan kepada sosok yang identik dengan pelanggaran HAM, pemberangusan kebebasan sipil, dan praktik korupsi sistemik yang berlangsung selama tiga dekade.

“Bangsa yang besar bukan bangsa yang melupakan sejarahnya, tapi yang berani mengakui, belajar, dan bertanggung jawab atas luka-luka masa lalunya,” ucapnya.

Bagi LMND, langkah penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto bukan sekadar keputusan administratif. Ia merupakan simbol—apakah bangsa ini memilih jalan keadilan, atau justru jalan penyangkalan.

“Ketika pelaku pelanggaran justru diberi gelar pahlawan, di mana tempat korban mencari keadilan? Di mana ruang untuk harapan anak-anak muda terhadap demokrasi dan hak asasi manusia?” kata Jordi.

LMND menegaskan bahwa negara seharusnya fokus menuntaskan agenda reformasi yang masih tersendat, termasuk mengungkap kebenaran atas kasus penghilangan paksa, memberi pengakuan kepada korban, dan membangun sistem yang benar-benar antikorupsi dan pro-demokrasi.

“Pahlawan adalah mereka yang menyelematkan bangsa, bukan mereka yang menundukkannya dengan ketakutan,” tutup Jordi.

LMND Kota Kendari menyatakan penolakannya sebagai bagian dari sikap nasional organisasi, dan menyerukan agar masyarakat tidak diam terhadap upaya sistematis yang bisa menghapus ingatan kritis bangsa terhadap masa lalu. (*)

Baca Juga  Menuju Universitas Al-Bahjah: Ekspansi Besar Lembaga Pencetak Ulama Modern

Reporter: Abar 

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru