Ketika BBM Bau Comberan, Ramadan Tanpa Tarikan, Warga Siap Demo

- Penulis

Rabu, 5 Maret 2025 - 10:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ramadan harusnya menjadi bulan penuh berkah bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Kendari. Tapi bagi Sabarudin dan rekan-rekannya, bulan ini justru berubah jadi ujian berat.

Pagi itu, Sabarudin sudah bersiap mencari rezeki. Motor dinyalakan, orderan pertama masuk. Seperti biasa, ia mampir ke SPBU untuk mengisi Pertalite. Tapi baru beberapa kilometer melaju, motornya tiba-tiba brebet. Tarikan gas terasa berat, lalu mati total.

Ia panik. Motor masih baru, servis rutin tak pernah terlewat. Apa yang salah?

Ketika ia mengeluh di grup WhatsApp komunitas ojol, ternyata ia bukan satu-satunya korban.

“Bos, motor ku juga tiba-tiba mogok!”
“Kayaknya gara-gara Pertalite! Baunya aneh, kayak tinner!”
“Jangan dulu isi BBM, bahaya ini!”

Pesan demi pesan masuk. Semakin banyak yang mengalami kejadian serupa. Ada yang mogok di tengah jalan, ada yang sampai harus didorong ke bengkel.

Di media sosial, video-video pun mulai berseliweran. Seorang pengendara tampak menumpahkan bensin dari tangkinya, mencium aromanya, lalu menggeleng kesal.

“Kayak ada campurannya, kayak dicampur oli,” katanya.

Bang Upink, seorang pengendara motor yang bukan ojol, mengalami nasib serupa. Motornya yang baru dibeli dua hari lalu, kini sudah mogok.

“Gegara isi Pertalite, ternyata oplosan! Baunya menyengat kayak bau comberan,” katanya geram.

Kemarahan itu akhirnya memuncak. Siang harinya, lebih dari seratus ojol berbondong-bondong menuju Polresta Kendari. Mereka melaporkan dugaan Pertalite oplosan yang membuat kendaraan mereka rusak.

“Ini sudah keterlaluan! Motor kami rusak gara-gara Pertalite, siapa yang bertanggung jawab?” seru Agus.

Menurutnya, hampir semua SPBU di Kendari mengalami masalah yang sama. Dugaan pun mengarah ke depot Pertamina.

“Kalau cuma satu-dua SPBU, mungkin kita masih ragu. Tapi ini hampir semua SPBU di Kendari. Berarti masalahnya ada di depot!” katanya.

Kasi Humas Polresta Kendari, Ipda Hariddin, mengatakan pihaknya akan menyelidiki laporan tersebut.

“Kami akan mengecek lebih lanjut terkait laporan ini. Akan kami pastikan dulu,” ujarnya singkat.

Baca Juga  Review Keunggulan Skincare Merk Hayejin

Sementara itu, salah satu petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan kondisi ini.

“Soal bau, memang tajam sekali. Tapi kami hanya menyalurkan dari Pertamina. Kalau dicek dari densitasnya, Pertalite di SPBU kami 30/0.726, sementara dari depot 30/0.730. Harusnya normal,” katanya.

Ia pun menyalahkan Pertamina, karena SPBU hanya menyalurkan BBM yang dikirim dari depot.

“Kami ini juga korban. Kami harap Pertamina segera memberi penjelasan. Jangan kami yang disalahkan, sementara kami hanya penyalur!” tegasnya.

Namun hingga berita ini ditulis, Humas Pertamina Region Sulawesi belum memberikan tanggapan, meskipun telah dihubungi melalui WhatsApp, telepon, dan email.

Ketidakjelasan ini membuat para ojol semakin kecewa. Koalisi Masyarakat Sutra Menggugat (KMSM), sebuah kelompok yang terdiri dari para pengendara dan warga yang merasa dirugikan, telah melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada Kapolres Kendari. Mereka menuntut tanggung jawab dari PT Pertamina dan SPBU yang diduga menjual Pertalite oplosan.

Dalam surat tersebut, KMSM menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Meminta PT Pertamina dan SPBU bertanggung jawab atas dugaan penjualan Pertalite oplosan yang merugikan masyarakat.

2. Mendesak PT Pertamina Persero Sultra untuk segera menghentikan pengiriman BBM ke SPBU sampai masalah ini terselesaikan.

3. Mendesak Polda Sultra mengusut tuntas kasus dugaan penipuan konsumen dalam penjualan Pertalite yang diduga sudah terjadi secara sistematis.

4. Mendesak DPRD Provinsi Sultra membentuk tim investigasi untuk mengungkap dugaan sindikat pengoplosan BBM dan memanggil pihak terkait untuk hearing bersama masyarakat.

Tak hanya itu, KMSM juga merencanakan aksi unjuk rasa yang akan digelar pada Kamis, 6 Maret 2025, dengan rute SPBU THR – DPRD Sultra – Polda Sultra. Aksi ini direncanakan berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Mereka berharap pemerintah dan Pertamina segera turun tangan sebelum Ramadan berubah jadi bulan penuh kemarahan. (*)

 

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru