Muna Barat, Panjikendari.com – Kepala Desa Bungkolo, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Anwar Lapengge, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Bapak Apri dan seluruh keluarga besarnya atas insiden pemukulan yang terjadi pada 30 Mei 2025 lalu.
Insiden tersebut diakui Anwar sebagai kekhilafan yang lahir dari ketidaksabaran sesaat, dan kini ia berharap agar kejadian ini tidak berlarut-larut menjadi persoalan berkepanjangan.
“Dengan kerendahan hati, saya, Anwar Lapengge, atas nama pribadi dan keluarga besar, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Apri dan seluruh keluarga besarnya. Baik kesalahan yang saya sadari maupun tidak, semua itu saya sesali,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Ia menyebutkan bahwa dirinya dan Pak Apri masih memiliki hubungan darah dalam satu rumpun keluarga besar. Karena itu, ia berharap agar insiden tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa harus berujung pada proses hukum.
“Kita berasal dari kakek dan nenek yang sama. Saya percaya, dalam ikatan keluarga, masih ada ruang untuk saling memaafkan dan memperbaiki diri. Insya Allah, kejadian ini akan menjadi bahan instropeksi yang sangat dalam bagi saya sebagai manusia biasa yang tak luput dari dosa,” tutur Anwar.
Permohonan maaf ini disampaikan dengan harapan besar agar keluarga besar Pak Apri bisa menerima dan membuka pintu maaf, demi menjaga harmoni dan keharmonisan antar keluarga.
Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga korban, sejumlah tokoh masyarakat berharap suasana tetap kondusif dan persoalan ini bisa diselesaikan secara damai. Mereka juga mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Yang penting ada niat tulus untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki diri,” ujar salah satu tokoh warga Bungkolo yang enggan disebut namanya. (*)
Editor: Redaksi








