‘Kader Eks HTI Masih Aktif Kampanye di Sultra’

- Penulis

Sabtu, 2 Februari 2019 - 16:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

i

panjikendari.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendeteksi masih adanya pergerakan kader eks Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) di wilayah hukumnya.

Kasubdit 1 Politik Dit Intelkam Polda Sultra, Kompol Muhammad Fahroni, mengungkapkan, gerakan kader eks HTI di Sultra masih aktif mengkampanyekan ideologi khilafah di berbagai kegiatan, baik melalui dakwah di masjid, seminar, penyebaran buletin, maupun penyebaran narasi propaganda, yang menyudutkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Fahroni saat menjadi pemateri dalam kegiatan Focus Discussion Group (FGD) tentang ‘Peran Pengawasan Pemilu 2019 Dalam Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif,’ yang diselenggarakan oleh Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sultra, di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu, 2 Februari 2019.

Menurut Fahroni, jumlah mereka diperkirakan hampir 15.000 tersebar di beberapa daerah, seperti, Kota Kendari, Konawe Selatan (Konsel), Kota Baubau, dan beberapa daerah lainnya.

Selain kegiatan seperti yang disebutkan di atas, terang Fahroni, mereka juga kadang turun ke jalan dengan menggunakan bendera lain, tidak lagi mengatasnamakan HTI.

“Seperti yang kita tahu bahwa pasca-kasus pembakaran bendera tauhid yang ada di Garut, di Sultra sini ada sedikit riak, artinya mereka turun untuk memberikan semacam bentuk solidaritas,” ujarnya.

Dalam menyikapi potensi pergerakan kader eks HTI tersebut, kata Fahroni, Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Badan Kesbangpol mengawasi ruang gerak mereka.

Dari sisi hukum, jelas Fahroni, organisasi HTI sudah dibubarkan namun dari segi sumber daya manusianya, mereka masih ada dan aktif dengan merubah nama.

“Misalnya, dulu kita kenal SMS atau BBM, sekarang kita pakai WA dan lainnya. Kita berharap mereka tidak berafiliasi ke partai politik tertentu, kendatipun ada beberapa kader eks HTI yang masuk (berpartai) Tapi kita tetap pantau,” tandasnya.

Baca Juga  Polisi Diminta Ungkap Dalang Kerusuhan di Pilkada Muna

Yang pasti, kata dia, Polri senantiasa melakukan pemantauan dan pencegahan terhadap pergerakan kader-kader eks HTI, tak terkecuali di Sultra.

“Mereka atau beliau-beliau adalah manusia biasa dan warga negara kita juga. Hanya karena beda pemahaman dalam berbangsa dan bernegara, yaitu, mereka menolak Pancasila sebagai dasar negara,” tutupnya.

Penulis: Jumaddin Arif

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau
Longboat Patah Baling-Baling di Perairan Muna, Basarnas Evakuasi 8 Penumpang Selamat
Mabes Polri Diminta Copot Kapolres Konawe Utara Imbas Maraknya Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:52 WITA

Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir

Berita Terbaru