panjikendari.com – The Haluoleo Institute (THI) melakukan perhitungan cepat (quick count) pemilihan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019 untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Direktur Eksekutif The Haluoleo Institute, Naslim Sarlito Alimin, menyampaikan, THI melakukan hitung cepat pada 471 sampel TPS dari total 7.815 TPS yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sultra.
“Prosesnya, relawan yang telah dilatih mengambil hasil rekapitulasi di TPS kemudian dikirim melalui SMS, lalu dikumpul dan selanjutnya diolah,” terang Naslim, dalam jumpa persnya, di Swiss-Belhotel Kendari, Kamis 18 April 2019.
Naslim mengumumkan, dari 84,8 persen data yang masuk, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf kalah oleh pasangan Prabowo-Sandi. Pasangan calon (paslon) presiden nomor urut 2 Prabowo-Sandi unggul 60,11 persen, sedangkan paslon Jokowi-Ma’ruf yang hanya meraup 39,89 persen.
Sebarannya; paslon Prabowo-Sandi menang di dapil 1 Sultra (Kota Kendari), dapil 2 (Konsel dan Bombana), dapil 3 (Muna, Muna Barat, dan Butur), dapil 5 (Kolaka Raya), dan dapil VI (Konawe Raya). Sedangkan paslon Jokowi-Ma’ruf hanya unggul di dapil 4 Sultra (Buton Raya).
Kata Naslim, kekalahan Jokowi-Ma’ruf sudah bisa memperlihatkan sebuah kekalahan dari petahana untuk daerah pemilihan Sultra.
Kedatangan Jokowi di Kendari, lanjut Naslim, sejatinya mampu mengobati atau mereduksi kekalahan dari pasangan Prabowo Subianto. Namun karena tidak ditindaklanjuti dengan konsolidasi yang baik di tingkat bawah oleh tim sehingga harapan publik untuk mengimbangi dukungan terhadap Prabowo tidak tercapai.
Naslim mengatakan, kendati hitung cepat yang dilakukan menggunakan sistim sampling proporsional dari jumlah TPS yang ada, namun bisa saja akan berbeda dengan proses hitung manual KPU.
“Bisa saja melesest dari perhitungan KPU. Namanya metodologi, itu punya kaidah-kaidah yang mesti dijalankan dengan baik.”
“Artinya ketika kita ingin menjadi sebuah lembaga yang punya akurasi dan presisi kuat terhadap nilai maka semua hal harus diperhatikan, termasuk menetapkan nilai dan menjaga jangan sampai terjadi human error di lapangan,” jelas Naslim, seraya menyebutkan, hitung cepat dilakukan menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin error 1 persen. (jie)






