Dugaan Korupsi Proyek Kota Baru Motewe di Muna Dilapor ke KPK

- Penulis

Senin, 16 November 2020 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maul Gani menunjukkan bukti tanda terima laporan usai melaporkan dugaan korupsi proyek kota baru Motewe, Senin, 16 November 2020.

i

Maul Gani menunjukkan bukti tanda terima laporan usai melaporkan dugaan korupsi proyek kota baru Motewe, Senin, 16 November 2020.

Panjikendari.com – Pernyataan tokoh masyarakat La Ode Rifai Pedansa bahwa proyek Water Front City atau biasa dikenal proyek Kota Baru Motewe akan berujung pada kasus hukum, sepertinya bukan isapan jempol belaka.

Pasalnya, megaproyek yang menyedot anggaran sekitar Rp33 miliar dan terindikasi korupsi tersebut kini sudah masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekelompok mahasiswa pascasarjana asal Sulawesi Tenggara, Senin, 16 November 2020, melaporkan dugaan korupsi proyek kebanggan Bupati Muna Non-aktif, LM Rusman Emba, tersebut ke KPK.

Salah seorang pelapor, Maul Gani, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaporkan langsung dugaan korupsi proyek Water Front City tersebut ke gedung KPK di Jakarta, sekitar pukul 13.20 WIB.

“Kita sudah serahkan tadi satu bundel laporan sekitar 120 halaman, berisi data-data valid indikasi korupsi, termasuk di dalamnya laporan audit BPK RI tahun 2019,” kata Maul Gani, kepada panjikendari.com, usai melapor.

Maul Gani berharap kepada KPK untuk melakukan penyelidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi dan memanggil serta memeriksa Bupati Muna LM Rusman Emba, Kepala Dinas PUPR, dan pelaksana pekerjaan sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam rangka untuk kepentingan penyelidikan.

Lebih jauh, Maul menegaskan bahwa terdapat puluhan proyek di Kabupaten Muna yang bermasalah. Masyarakat Muna masih banyak yang tidak mengetahui bahwa hak-hak mereka telah dirampas di masa pemerintahan Rusman Emba.

“Kami akan bongkar semuanya. Masyarakat Muna harus tahu bahwa uang mereka terindikasi nyata dirampok di masa pemerintahan Rusman Emba. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Muna dimanapun berada untuk membersihkan Witeno Barakati dari oknum-oknum yang tidak amanah dalam memimpin,” tegas Maul.

Salah satu pemerhati korupsi asal Muna, Ardi Wijaya menilai, dengan melihat skala prioritas pembangunan, proyek timbunan di Motewe tidak urgen. Masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Dari niatnya sangat terbaca.

Baca Juga  Potret Guru di Persimpangan Jalan: Antara Kesejahteraan, Moralitas, dan Masa Depan Pendidikan

“Puluhan miliar uang masyarakat Muna dibuang di Motewe, sedang d isisi lain masih banyak akses jalan, rumah ibadah, kurangnya lapangan kerja, pasar kurang mendapat perhatian. Kita tahu, untung proyek ini besar. Banyak indikasi permainan di dalamnya,” beber Ardi.

Ardi berharap, KPK segera menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terhadap pekerjaan penimbunan laut Motewe tersebut. Dia yakin jika KPK serius menangani kasus ini maka banyak pihak yang akan terseret.

“Apalagi indikasi kerugian negaranya sangat jelas. Kita berharap, KPK masih dapat menunjukkan keseriusannya dalam menyelamatkan negeri ini dari niat jahat pejabat-pejabat korup, termasuk salah satunya di Bumi Sowite,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, La Ode Rifai Pedansa, dalam setiap kesempatan menyampaikan bahwa proyek Kota Baru Motewe yang saat ini mangkrak akan berhadapan dengan hukum.

Sesepuh PDIP ini pun yakin jika Bupati Muna LM Rusman Emba akan tersandera dengan kasus tersebut. “Olehnya itu saya mengajak kepada kita semua agar tidak memilih pemimpin yang tersandera dengan kasus,” katanya. (jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru