Di Balik Kasus Desa Fiktif, Ada Honor Aparat Desa Selama 2019 di Konawe Belum Dibayar

- Penulis

Senin, 11 November 2019 - 10:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua aparatur desa di Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe, Nur Ali (kanan) dan Aris, mengeluhkan honor mereka selama tahun 2019 belum terbayar.

i

Dua aparatur desa di Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe, Nur Ali (kanan) dan Aris, mengeluhkan honor mereka selama tahun 2019 belum terbayar.

panjikendari.com – Di tengah bergulirnya kasus dugaan desa fiktif di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara yang sampai saat ini masih menjadi perhatian serius berbagai pihak, kini terkuak masalah baru yang tak kalah menarik.

Para aparatur desa di Konawe mengeluh gegara honor mereka belum terbayar sepanjang tahun 2019. Akibatnya, mereka menjadi malas dalam menjalankan tugas di desa.

Kepala urusan (Kaur) Pembangunan Desa Anggopiu Kecamatan Uepai, Nur Ali, mengungkapkan, honor aparatur desa tahun 2019 ini belum cair hingga kini. Dirinya tidak mengetahui persis alasan sehingga hak-hak aparatur desa tersebut belum terbayar.

“Ini sudah Pilkades mi lagi, bulan 12, kita punya honor belum dibayar,” keluh Nur Ali, diamini Kepala RT O2 Desa Rawua, Aris, Minggu 10 November 2019.

Menurut Nur Ali, berdasarkan SK terbaru, honor aparatur desa mulai dari kepala desa hingga RT/RW mengalami kenaikan dibanding tahun 2018. “Kalau Kaur, itu Rp 1,2 juta per bulan. Kades kayaknya Rp 1,8 juta,” kata Ali.

Baik Ali maupun Aris, menyampaikan bahwa sebulan sebelum Pilcaleg baru-baru ini pernah dibayarkan honor dua bulan yang merupakan tunggakan honor tahun 2018. Kala itu, honor Kaur sebesar Rp 700 ribu per bulan, sedangkan kepala RT sebesar Rp 350 ribu.

Untuk honor sepanjang tahun 2019, Ali dan Aris belum mendengar kabar dari kabupaten kapan akan dibayar. “Teman-teman aparatur desa se-Kabupaten Konawe, khususnya kami di Kecamatan Uepai yang berjumlah 18 desa selalu baku tanya-tanya, rata-rata mengeluh,” katanya.

Kendati honor belum cair, namun kata Nur Ali, pelayanan dasar kepada warga tetap diperhatikan karena menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk bersih-bersih kantor setiap Jumat tetap dilakukan.

“Tapi kalau ada perintah lain, jangan harap. Honor belum dibayar. Makanya itu kepala desa sungkan-sungkan perintah-perintah kita,” ujar Nur Ali.

Baca Juga  Pemkot Kendari Salurkan Bantuan Sarana Perikanan Tangkap bagi Nelayan

Oleh karena itu, melalui media ini, Nur Ali berharap kepada pemerintah Kabupaten Konawe untuk bagaimana memikirkan hak-hak aparatur desa dapat segera diselesaikan.

Ia juga berharap kepada aparatur desa yang lain untuk bersama-sama membicarakan dan memikirkan bagaimana jalan keluar atau solusi atas masalah ini.

Pasalnya, tidak lama lagi akan dilakukan pemilihan kepala desa, yakni bulan Desember 2019. Artinya, jika nanti berganti aparatur desa maka akan semakin sulit untuk mendapatkan honor yang belum terbayar tersebut. (jie)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru