Panjikendari.com – Stunting adalah keadaan dimana anak mengalami kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi. Masalah ini menjadi isu nasional yang membutuhkan penanganan dan pencegahan serius dari berbagai pihak. Bukan hanya pemerintah, melainkan termasuk keluarga dan lingkungan dimana anak tumbuh dan berkembang.
Sehubungan dengan masalah stunting ini, beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Kendari melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu tersebut, terungkap data kasus stunting yang masih tergolong tinggi di Kelurahan Tobimeita, yaitu, 36,21 persen. Tentunya, angka ini menjadi fokus perhatian bagi Pj Wali Kota Kendari.

Ia meminta agar pemerintah setempat di tingkat bawah bersama masyarakat dapat bersinergi melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan terhadap kasus stunting tersebut.
Pj Wali Kota Kendari berharap melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui tentang penyakit stunting dan cara pencegahan dan penanganannya.
“Kondisi stunting yang sekarang sedang menjadi isu nasional, menjadi pusat perhatian semua pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota daerah hingga ke kelurahan,” kata Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, dalam sepatah katanya.
Menurutnya, persoalan stunting di Kota Kendari relatif bisa dikendalikan dan diturunkan karena sumber protein nabati untuk terhindar atau menurunkan angka stunting itu tersedia di sekitar kita.
Hanya saja, sesuai data yang diperolehnya, angka stunting yang paling tinggi di Kota Kendari ada di Kelurahan Tobimeita kurang lebih 36,21%.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami semua untuk melakukan upaya penurunan angka stunting, harus ada terobosan dan langkah-langkah yang berbeda dari kecamatan-kecamatan yang lain,” katanya.
Data Stunting Terbaru di Kecamatan Nambo
Data kasus stunting di Kelurahan Tobimeita yang mencapai angka 36,21 persen, sebagaimana yang diungkapkan Pj Wali Kota Kendari sempat mengundang tanda tanya. Pasalnya, berdasarkan data yang ada, kasus stunting di Kelurahan Tobimeita tidak lagi setinggi itu.
Lurah Tobimeita, Amir Rasyid, menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru yang diperoleh dari UPTD KB Kecamatan Nambo dan Puskesmas Nambo, prevalensi balita stunting Kelurahan Abeli sebesar 1,89 atau sebanyak 5 orang dari total 264 balita yang diukur.

Itu berdasarkan data prevalensi balita stunting umur (0-59 bulan) Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Tahun 2022. Di urutan pertama adalah Kelurahan Bungkutoko sebanyak 7 orang prevalensi 8,05, menyusul di urutan kedua Tobimeita sebanyak 5 orang 1,89 persen. Kemudian, Petoaha 2 orang prevalensi 1,22, Tondonggeu 2 orang prevalensi 0,95 persen, Sambuli 1 orang prevalensi 0,65, dan Kelurahan Nambo kosong alias nol.
“Saya ingin meluruskan bahwa data stunting yang disampaikan saat sosialisasi adalah data lama, data tahun 2021. Ada miskomunikasi antara Bappeda dan Dinas Sosial dalam pemberian data. Sudah benar data yang disampaikan bahwa stunting di Tobimeita sempat mencapai angka 36,21 persen, tapi data tahun 2021.”
“Itupun, angka stunting 36,21 persen itu diperoleh berdasarkan pengukuran balita dengan standar yang tidak seragam, masih menjadi perdebatan, ada yang pakai digital dan ada yang pakai manual,” kata Lurah Tobimeita, Amir Rasyid, saat dihubungi melalui selulernya, Ahad, 27 November 2022.

Bahkan menurut informasi terbaru yang diperolehnya dari UPT KB, data stunting di Kelurahan Tobimeita sudah menunjuk angka nol. “Ini sebuah pencapaian yang menggembirakan. Tentunya, ini tidak lepas dari peran serta pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat dan pihat terkait lainnya yang telah memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kelurahan Tobimeita,” kata Amir Rasyid, yang baru sebulan lebih menjabat sebagai lurah di Anggoeya.
Menurutnya, upaya pencegahan dan penanganan stunting terus dilakukan dengan melalui berbagai pendekatan. Bahkan saat ini, di Kelurahan Anggoeya sedang dilakukan pembangunan toilet/WC yang merupakan program Dinas PUPR Kota Kendari.
“Ada sekitar 20 titik sedang dibangun toilet umum. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang dibentuk oleh masyarakat,” katanya
Tentunya, kata dia, toilet umum ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat karena keberadaannya akan menjadi fasilitas vital di ruang publik. Tinggal bagaimana toilet ini dijaga kebersihan dan kenyamanannya. Sebab, penyakit akan menular melalui toilet yang kotor
Kampanye Pencegahan Stunting melalui PKH
Kampanye pola hidup sehat sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah stunting, terus dilakukan oleh pemerintah Kelurahan Anggoeya. Bukan hanya pada saat pertemuan-pertemuan formal saja, melainkan juga memanfaatkan momen-momen tertentu yang memungkinkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat
Salah satunya dengan memanfaatkan momen pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memberikan edukasi kepada para penerima bantuan agar memanfaatkannya untuk kebutuhan keluarga yang prioritas terutama berkaitan dengan pemenuhan makanan sehat.
“Kalau ada penerimaan bantuan PKH, dimaksimalkan petugas Puskesmas untuk memberikan pemahaman kepada penerima bantuan PKH untuk tidak membelanjakan bantuannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Tidak dipergunakan beli rokok,” katanya. (adv)








