Anaknya Ditahan KPK, Ini Tanggapan Sjafei Kahar

- Penulis

Jumat, 25 Mei 2018 - 09:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Panjikendari.com – Bupati Buton Selatan (Busel) Agus Feisal Hidayat resmi ditetapkan tersangka oleh KPK dalam dugaan kasus suap. Atas status tersebut, KPK langsung melakukan penahanan terhadap putra LM Sjafei Kahar itu.

Mendengar anaknya bermasalah hukum di KPK, Sjafei yang juga calon wakil gubernur (cawagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) dari pasangan Rusda Mahmud langsung mendatangi gedung antirasuah, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis 24 Mei 2018.

Mantan Bupati Buton dua periode itu tampak tegar saat tiba di gedung KPK. Dia tidak berkomentar banyak tentang musibah yang sedang dihadapi anaknya.

Hanya saja, sebagai orang tua, Sjafei mengaku prihatin dengan anaknya yang sedang mendekap di ruang tahanan KPK. “Ya, sebagai orang tua kan prihatin,” kata dia, seperti dilansir Detik.com, Kamis, 24 Mei 2018.

Kepada sejumlah wartawan, Sjafei mengakui, kedatangannya di gedung KPK hanya untuk sekadar menjenguk anaknya, bukan dalam rangka pemeriksaan. Sjafei pun tidak tahu kaitannya kasus suap anaknya.

“Nggak tahu (kaitan dengan pilkada),” ucapnya singkat.

Dia juga tak menanggapi soal adanya alat peraga kampanye yang disita KPK. Menurut Sjafei, dia juga belum diperiksa KPK.

Dalam kasus suap ini, KPK mengamankan uang dan sampel alat peraga kampanye Sjafei Kahar. Ada kaus, spanduk, topi, poster, stiker, dan alat peraga lain yang ditemukan di kediaman Syamsudin, seorang konsultan politik.

KPK akan mendalami asal-usul pendanaan alat peraga kampanye tersebut serta peruntukan uangnya, apakah terkait kampanye Sjafei.

“Kita belum, saat ini kita belum sampai ke sana, apakah uang tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan cawagub yang kebetulan ayahnya. Jadi nanti masih dalam proses, 2-3 hari nanti akan kita informasikan,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga  Kemenkumham Sultra Usulkan Remisi 1.192 Napi, 38 Langsung Bebas

KPK menetapkan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hiayat sebagai tersangka. Feisal menerima Rp 409 juta dari sejumlah kontraktor terkait proyek-proyek di Pemkab Buton Selatan.

Uang itu diterimanya dari kontraktor PT Barokah Batauga Mandiri (BBM) Tony Kongres. Tony diduga sebagai pengepul dana dari kontraktor tersebut. (bs)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat
Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir
Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba, Basarnas Kerahkan Tim SAR Baubau
Longboat Patah Baling-Baling di Perairan Muna, Basarnas Evakuasi 8 Penumpang Selamat
Mabes Polri Diminta Copot Kapolres Konawe Utara Imbas Maraknya Tambang Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:33 WITA

Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Ditemukan Selamat

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:52 WITA

Pencarian Lansia Hilang di Kebun Desa Wasuamba Memasuki Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Sisir

Berita Terbaru