Panjikendari.com – Ketua DPD PAN Kabupaten Muna, Ichlas Muhammad, buka-bukaan soal proyek penimbunan Laut Motewe yang saat ini mangkrak atau terbengkalai. Mega proyek yang menelan Rp33 miliar tersebut terkesan menghambur-hamburkan anggaran.
Hal itu disampaikan Ichlas Muhammad saat berorasi pada kampanye pasangan calon Bupati Muna nomor urut 2 (dua) La Ode M Rajiun Tumada dan H La Pili (RaPi), di Kelurahan Raha II, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Jumat, 6 November 2020.
Hadir dalam kegiatan kampanye itu, paslon RaPi, tokoh masyarakat meliputi di antaranya Drs La Ode Arief Ati Malefu, La Ode Diale, La Ode Rifai Pedansa, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Di hadapan ratusan masyarakat Kelurahan Raha II, Ichlas Muhamaad, menyampaikan bahwa ada dua pasangan calon yang bertarung pada Pilkada Muna 2020, yakni, Bupati Muna dan Bupati Muna Barat.
“Dua pemimpin punya karakter yang sangat berbeda. Pertama; Bupati Muna, punya karakter menghambur-hamburkan uang daerah untuk kepentingan diri sendiri. Bukan untuk kepentingan rakyat,” kata Ichlas.
Penimbunan Laut Motewe, kata Ichlas, merupakan salah satu bukti menghambur-hamburkan uang. Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp33 miliar tersebut hingga saat ini tidak bermanfaat untuk rakyat.
“Untuk apa itu? Ternyata pada debat kemarin disampaikan bahwa itu (penimbunan Laut Motewe) adalah untuk aksesoris, itu hanya perhiasian,” tuturnya.
Ichlas memaparkan, tanah timbunan Laut Motewe diambil dari gunung hutan Warangga. Bekas pengambilan tanah dibuatkan jalan dengan alasan untuk kepentingan rakyat.
“Tanahnya diambil gratis dan dibawa ke laut Motewe, tetapi anehnya timbunan Laut Motewe itu dianggarkan. Ini saya sengaja buka supaya masyarakat tau bahwa di situ berlipat-lipat keuntungan. Dalam penganggarannya, tanah dibeli, tapi dalam kenyataannya tanah tidak dibeli,” ungkapnya.
Menurut Ichlas, pekerjaan penimbunan laut Motewe yang tanahnya ‘dibeli’ dari pembukaan jalan di gunung Warangga menjadi satu bukti bahwa Bupati Muna tidak punya perencanaan yang matang untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau bupati Muna Barat jelas sekali, beliau adalah pendobrak pembangunan di Muna Barat. Beliau punya konsistensi membangun daerah untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muna Barat.”
“Dan In Syaa Allah, komitmen dan konsistensi beliau akan diterapkan di Kabupaten Muna dalam rangka membangun dan mensejahterakan rakyat Muna,” kata Ichlas disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Pada kesempatan itu, Ichlas juga menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan dan bisa dilanjutkan selama pemerintahan Muna saat ini
“Kalau di sana bicara lanjutkan, apa yang mau dilanjutkan, tidak ada apa-apa. Ditinggalkan rumah sakit oleh pak dokter, tidak diselesaikan. Ditinggalkan Pasar Laino oleh pak dokter, tidak juga ditunaskan, apa yang mau dilanjutkan, jadi tidak ada alasan untuk memilih nomor yang lain, kecuali nomor urut dua,” katanya. (Hasmid)








