2025, Sulawesi Tenggara Target Bebas Penyakit Brucellosis

- Penulis

Selasa, 27 Agustus 2019 - 23:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar lokal hasil pemantauan HPHK, Selasa, 27 Agustus 2019.

i

Seminar lokal hasil pemantauan HPHK, Selasa, 27 Agustus 2019.

panjikendari.com – Peternak sapi di Sulawesi Tenggara harus lebih ekstra mengawasi tumbuh kembang ternaknya. Pasalnya, saat ini penyakit Brucellosis, kembali menghantui peternakan sapi. Hal itu diketahui dari hasil pemantauan penyebaran hama penyakit hewan karantina (HPHK) oleh Karantina Pertanian Kendari. Instansi itu masih menemukan adanya penyakit tersebut di tubuh sapi.

Brucellosis merupakan penyakit yang menyebabkan keguguran pada sapi. Penyakit ini merupakan ancaman serius jumlah populasi sapi, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sultra sendiri dikenal sebagai daerah yang memiliki populasi sapi Bali yang cukup besar. Selain untuk memenuhi kebutuhan daging lokal, sapi asal Sultra juga sering diseberangkan ke Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

“Kita targetkan di tahun 2025 Sultra bebas dari brucellosis,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Ir. Suryati Raeba, MP, saat membuka acara seminar lokal hasil pemantauan HPHK, Selasa, 27 Agustus 2019.

Di tempat yang sama, Kepala Karantina Pertanian Kendari, L.M Mastari dalam sambutannya mengungkapkan, selain brucellosis, ada beberapa HPHK yang masih ditemukan dari hasil pemantauan pihaknya di lapangan. “Temuan ini akan dibawa ke seminar nasional untuk verifikasi lebih lanjut,” terangnya.

Mastari juga menyoroti posisi Sultra yang terbuka, sehingga rentan terhadap masuk, keluar dan menyebarnya HPHK. Banyaknya pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran yang belum ditetapkan oleh Pemerintah juga tetap harus diawasi. Mastari mengharakan adanya kerjasama dari seluruh stakeholder peternakan untuk mitigasi penyebaran HPHK.

Seminar yang diselenggarakan oleh Karantina Pertanian Kendari ini dihadiri dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten/Kota se-Sultra, akademisi dari Universitas Halu Oleo dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sultra. (fya)

Facebook Comments
Baca Juga  Wakil Bupati Koltim Susul Bupati Ikut Retreat di Akmil Magelang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan
Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra
KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif
Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana
Kementerian Transmigrasi dan PATRI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Pangdam Hasanuddin Tinjau Lahan Yon Teritorial Pembangunan di Buton, Siap Pacu Ekonomi Daerah
Amir Hasan Dilantik Jadi Sekda Definitif, Wali Kota Kendari Tekankan Peran Sentral Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17 WITA

Rotasi Dispar Sultra dan Tanda Tanya Pariwisata: Menjaga Napas Panjang Keberlanjutan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:14 WITA

Barantin Jaga Sumber Daya Hayati Sultra

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:32 WITA

KPR Silika Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Bombana: Warga dan Pemerintah Sambut Positif

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:26 WITA

Proyek Terancam Mandek, Aspekindo Desak Solusi soal Tambang Batu di Bombana

Berita Terbaru