Buruh Pabrik Peraih Skor Tertinggi TKD Tak Lolos CPNS karena Tinggi Badan Kurang 0,5 Cm

- Penulis

Jumat, 21 Februari 2025 - 10:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boyolali – Impian Tri Cahyaningsih, buruh pabrik tekstil di Boyolali, untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tertunda lagi. Meski menjadi peraih skor tertinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), namun gugur di tes kesehatan karena tinggi badannya kurang 0,5 cm dari ketentuan yang ditetapkan.

“Iya (karena tinggi badannya kurang 0,5 cm). Soalnya dari awal udah jadi syarat utamanya tinggi badan min (minimal) 158 itu,” kata Tri saat diwawancarai detikJateng, Kamis, 20 Februari 2025.

Tri mengikuti seleksi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM pada 2024 untuk formasi penjaga tahanan. Dalam SKD berbasis komputer atau computer assisted test (CAT), ibu dua orang anak ini mendapatkan skor atau nilai tertinggi 476.

Namun demikian, keinginannya untuk menjadi abdi negara tahun ini terpaksa tertunda. Dalam tes kesehatan, dari pengukuran tinggi badan ternyata tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Persyaratannya minimal 158 cm, namun saat diukur tinggi badannya 175,5 cm atau kurang 0,5 cm.

Menurut dia, keputusan panitia seleksi itu sudah mutlak. Jika dinyatakan tak lolos tes kesehatan, maka tidak bisa lanjut ke tes selanjutnya.

Tri mengaku gagal mengikuti seleksi CPNS di Kemenkumham sudah dua kali ini. Yang pertama, dia ikut seleksi 2017 tapi juga tidak lolos.

“Dua kali ini. Yang pertama tahun 2017. Sama di Kemenkumham juga,” jelas warga Penggung, Boyolali kota, ini.

Tak lolosnya dalam seleksi 2017 itu, lanjut dia, bukan karena tinggi badan. Karena persyaratan saat itu tinggi badan minimal 156, sehingga bisa masuk. Waktu itu sudah sampai di seleksi tahap akhir, namun kalah di perankingan.

“Nggak. Dulu TB (tinggi badan) minimal 156 cm, jadi masih bisa masuk. Udah sampai tahap akhir, tapi kalah di perankingan,” ungkap Tri.

Baca Juga  Delegasi Prancis Tinjau PDAM Kendari, Bahas Kelanjutan Kerja Sama

Meski sudah gagal dua kali, Tri mengaku tak patah semangat. Dia menyatakan akan mencoba lagi ikut seleksi CPNS jika ada formasi yang sesuai.

“Insyaallah coba lagi. Kalau ada bukaan CPNS lagi dan ada formasi yang sesuai,” imbuh dia

Tri mengaku gagal mengikuti seleksi CPNS di Kemenkumham sudah dua kali ini. Yang pertama, dia ikut seleksi 2017 tapi juga tidak lolos.

“Dua kali ini. Yang pertama tahun 2017. Sama di Kemenkumham juga,” jelas warga Penggung, Boyolali kota, ini.

Tak lolosnya dalam seleksi 2017 itu, lanjut dia, bukan karena tinggi badan. Karena persyaratan saat itu tinggi badan minimal 156, sehingga bisa masuk. Waktu itu sudah sampai di seleksi tahap akhir, namun kalah di perankingan.

“Nggak. Dulu TB (tinggi badan) minimal 156 cm, jadi masih bisa masuk. Udah sampai tahap akhir, tapi kalah di perankingan,” ungkap Tri.

Meski sudah gagal dua kali, Tri mengaku tak patah semangat. Dia menyatakan akan mencoba lagi ikut seleksi CPNS jika ada formasi yang sesuai.

“Insyaallah coba lagi. Kalau ada bukaan CPNS lagi dan ada formasi yang sesuai,” imbuh dia

Namun Tri belum tahu nantinya akan mendaftar CPNS lagi di Kemenkumham atau di kementerian/lembaga lain maupun di pemerintah daerah. Dia menunggu pengumuman resminya dan formasi yang dibutuhkan.

“Masih belum tau. Nunggu pengumuman resmine dulu. Kan tiap tahun beda-beda formasi yang dibutuhin,” pungkasnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di detikjateng.

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru