Panjikendari – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kini memiliki tagline baru: Kendari Bergerak. Dari segi bahasa, Bergerak memiliki makna yaitu mulai melakukan suatu usaha; mengadakan aksi; berusaha giat (dalam lapangan politik, sosial).
Namun, kata Bergerak di sini bukan berarti makna sesungguhnya, melainkan sebuah akronim dari kata Bersih, Gesit, Ramah, Asri, dan Kondusif.
Tagline ini digagas oleh Asmawa Tosepu, sesaat setelah dirinya diangkat menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, mengisi kekosongan jabatan dan menggantikan untuk sementara waktu Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir yang telah selesai masa jabatannya.

Tagline Kendari Bergerak dilahirkan bukan tanpa maksud dan tujuan. Selain secara bahasa memiliki arti percepatan, tagline tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah Kota Kendari dalam melaksanakan percepatan pembangunan di segala bidang.
“Kendari Bergerak merupakan tagline yang diharapkan dapat memotivasi pemerintah Kota Kendari dalam melaksanakan percepatan pembangunan, kegiatan kemasyarakatan, dan pengelolaan,” terang Asmawa Tosepu, belum lama ini.
Asmawa Tosepu yang juga menjabat Kepala Biro Umum Setjen Kemendagri ini, menyampaikan, tagline Kendari Bergerak digagas atas dasar pemikiran bahwa Kota Kendari adalah kota transit yang hanya menitikberatkan pada sektor jasa dan layanan, tanpa memiliki Sumber Daya Alam (SDA) sebagai sektor andalan sebagaimana beberapa daerah lain di Sultra yang ditopang dari sektor tambang yang melimpah.
“Kota Kendari tidak punya tambang nikel, tidak punya sektor SDA lainnya yang menjadi sumber pendapatan daerah. Kendari hanya mengandalkan sektor layanan dan jasa yang menjadi sumber pendapatan. Oleh karena itu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Kendari harus selalu dinamis dan terus bergerak,” ujar Asmawa Tosepu.
Salah satu bagian dari program Kendari Bergerak adalah terciptanya lingkungan yang bersih dan asri. Dalam rangka mewujudkan hal ini, pemerintah dan masyarakat harus senantiasa bersinergi, bekerja sama, dalam menciptakan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Setiap level pemerintahan terkecil, mulai dari RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan, sejatinya berinisiasi dan bergerak bersama masyarakat dalam rangka menciptakan dan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Apalagi, saat ini pemerintah kelurahan sudah difasilitasi sarana prasarana kebersihan, seperti, mesin pemotong rumput, kendaraan roda tiga atau viar pengangkut sampah.
Anggoeya Aksi Bersih-bersih
Sebagai salah satu upaya dalam mengejewantahkan program anyar andalan pemerintah Kota Kendari, yakni, Kendari Bergerak, pemerintah Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, terlihat mulai bergerak melakukan aksi bersih-bersih, yakni, memotong rumput tepi jalan di sepanjang jalan poros dalam lingkungan Kelurahan Anggoeya.

Pantauan jurnalis ini, Ahad, 20 November 2022, Lurah Anggoeya, Udin S.Sos, bersama ‘pasukannya’ menyisir jalan protokol di wilayah Kelurahan Anggoeya. Ada yang memikul mesin rumput dan mengarahkan pisau potong rumput ke rerumputan yang tumbuh subur di pinggir jalan, ada yang bertugas menyetir viar pengangkut sampah, dan ada yang bertugas menyapu potongan-potongan rumput.
Tampak Lurah Anggoeya turut ambil bagian dalam aksi tersebut dengan menyapu bekas-bekas potongan rumput. Tak ketinggalan juga beberapa warga masyarakat Kelurahan Anggoeya turut membantu dalam menyapu sampah dan sisa-sisa potongan rumput.
Di sela-sela kegiatan aksi bersih-bersih tersebut, Lurah Anggoeya, Udin, kepada jurnalis media ini mengatakan bahwa pembersihan sepanjang tepi jalan poros tersebut dilakukan sejak beberapa hari lalu, sebagai salah satu upaya dalam rangka mewujudkan lingkungan masyarakat yang bersih dan asri.
Adapun lokasi aksi bersih-bersih yaitu Jalan Ruruhi, Jalan Sisinga Mangaraja, dan jalan lain yang masuk dalam wilayah Kelurahan Anggoeya. “Kita masih jalan sendiri ini, dengan teman-teman tenaga kebersihan di kantor kelurahan, belum kita libatkan RT-RW. Nanti kita percayakan kepada RT-RW untuk perawatan kebersihan di lingkungan masing-masing,” terang Udin.

Udin menyampaikan, kegiatan bersih-bersih yang dilakukan merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah Kelurahan Anggoeya dalam mendukung program Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu dengan program barunya Kendari Bergerak
Menurut Udin, menciptakan kebersihan lingkungan tidak akan dapat terwujud tanpa ada dukungan dari masyarakat. Pemerintah dan masyarakat, kata Udin, harus saling bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan melibatkan diri dalam setiap kegiatan kerja bakti di lingkungan masing-masing, atau minimal, tidak membuang sampah di sembarangan tempat.
“Ada tempat-tempat pembuangan sampah yang telah disiapkan. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan tempat-tempat tersebut, tentunya dengan memperhatikan jadwal buang sampah sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan yang ada,” katanya.

Udin mengatakan, aksi bersih-bersih ini akan dijadwalkan sebagai kegiatan rutin di tingkat Kelurahan Anggoeya dengan menggandeng kepala RT/RW dan melibatkan masyarakat dalam rangka mendorong atau menciptakan habit (kebiasaan) menjaga kebersihan lingkungan
Lingkungan yang bersih, kata Udin, memiliki banyak manfaat, yaitu, diantaranya adalah menciptakan lingkungan yang sehat, mencegah timbulnya berbagai penyakit, mencegah terjadinya banjir akibat sampah yang berserakan. “Dan tak kalah pentingnya bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman,” tutup Udin. (adv)








