Bagaimana Para Salafus Saleh Memperlakukan Ramadhan

- Penulis

Sabtu, 4 Mei 2019 - 23:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panjikendari.com – Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Padanya diturunkan Alquran. Karena itu, Ramadhan disebut pula dengan bulannya Alquran (Syahrul Qur’an). Momentum Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca dan mengamalkan Alquran.

“Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata, ”Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” Sedangkan Alquran berkata, ”Aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” (HR Ahmad dan Al-Hakim).

Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa shaum (puasa) dan Alquran dapat memberikan syafaat. Puasa memberikan syafaat karena dapat membendung syahwat seorang hamba, sedangkan Alquran memberikan syafaat karena ia telah mencegah seorang hamba dari tidur malam untuk bercengkrama dengannya.

Ramadhan seakan menjadi tempat untuk keduanya. Diwajibkan puasa satu bulan penuh sebagai madrasah untuk memperbaiki diri setelah sebelas bulan disibukkan oleh rutinitas dunia.

Alquran adalah bacaan yang menjadi teman setia bagi orang-orang beriman di saat-saat menjalankan ibadah puasa. Karenanya, Ramadhan adalah Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Alquran untuk pertama kali.

Jika melihat sejarah salafus saleh dalam berinteraksi dengan Alquran, akan didapati bahwa kita sangat jauh dibandingkan dengan mereka. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Imam Abu Hanifah dalam hidupnya mampu mengkhatamkan Alquran sebanyak enam ribu kali.

Umar ibn Khathab mampu mengkhatamkan Alquran pada setiap malam, sampai-sampai putra beliau yang bernama Abdullah berkata, “Ayahkulah yang menjadi sebab turunnya ayat Allah. Ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?” Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar [39]: 9).

Usman ibn Affan mampu mengkhatamkan Alquran setiap harinya. Imam Syafii mengkhatamkan Alquran selama Ramadhan sebanyak enam puluh kali. Imam Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap tujuh malam pada hari biasa dan setiap tiga malam pada bulan Ramadhan, sedangkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan Alquran setiap malam. Imam Ahmad mengkhatamkan Alquran setiap pekannya.

Itulah gambaran hidup para salafus saleh yang hari-harinya tidak pernah lepas dari Alquran. Semoga kita mampu mencontoh apa yang telah mereka lakukan, yakni dengan menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an. “Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari). “Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk itu.” (QS Al-An’am [6]: 90).

sumber: https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/132074/teman-setia-orang-beriman-saat-ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tips Menjaga Pola Makan Sehat Pasca Lebaran
Usai Lebaran, Nelayan Teluk Kendari Kembali ke Laut: Menjemput Harapan, Menyulam Asa
Pawai Obor Meriah di Koltim, Ribuan Warga Sambut Idul Fitri 1446 H
Sambut 1 Syawal 1446 H, Forkomm Laksanakan Takbir Keliling 
Berbagi Keberkahan di Bulan Suci, Forkomm Bagi-bagi Takjil Kepada Masyarakat 
Ahad Hari Ini, Sejumlah Warga Kendari Melaksanakan Shalat Idulfitri 
Petani Milenial Gelar Buka Puasa Bersama dan Training Marketing, Beri Bonus hingga Motor dan iPhone
PT MUF Kendari Anjangsana ke Panti Asuhan

Berita Terkait

Senin, 7 April 2025 - 10:40 WITA

Tips Menjaga Pola Makan Sehat Pasca Lebaran

Senin, 7 April 2025 - 10:10 WITA

Usai Lebaran, Nelayan Teluk Kendari Kembali ke Laut: Menjemput Harapan, Menyulam Asa

Senin, 31 Maret 2025 - 15:32 WITA

Pawai Obor Meriah di Koltim, Ribuan Warga Sambut Idul Fitri 1446 H

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:01 WITA

Sambut 1 Syawal 1446 H, Forkomm Laksanakan Takbir Keliling 

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:52 WITA

Berbagi Keberkahan di Bulan Suci, Forkomm Bagi-bagi Takjil Kepada Masyarakat 

Berita Terbaru