Antisipasi Virus Corona, Ombudsman Sultra Sidak di Bandara Haluoleo

- Penulis

Selasa, 28 Januari 2020 - 19:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim sidak Ombudsman Sultra sedang mengamati cara kerja Body Thermal Scanner di Bandara Haluoleo, Selasa, 28 Januari 2020.

i

Tim sidak Ombudsman Sultra sedang mengamati cara kerja Body Thermal Scanner di Bandara Haluoleo, Selasa, 28 Januari 2020.

panjikendari.com – Guna memastikan pelayanan pengawasan kesehatan di Bandar Udara (Bandara) Haluoleo, Ombudsman perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa, 28 Januari 2020.

Inspeksi mendadak ini dipimpin langsung Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo, didampingi Asisten Ombudsman Sultra Aan Andriansyah dan Aulia Dwi Putri, bersama dua mahasiswa magang.

Di Bandara Haluoleo, tim sidak Ombudsman Sultra melihat secara langsung proses pengawasan kesehatan penumpang yang dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh namanya Body Thermal Scanner (BTS).

Alat milik Kementerian Kesehatan tersebut dilengkapi dengan kamera dan berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh setiap penumpang pesawat.

Suhu tubuh penumpang yang berada pada radius maksimal 500 meter dari BTS dapat terbaca dan terlihat pada layar monitor.

Alat tersebut dipasang persis di depan pintu keluar bandara yang berdekatan dengan tangga turun penumpang. Ada empat perawat dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI yang ditugaskan untuk melakukan monitor terhadap alat tersebut.

Tim medis Kemenkes RI ditambah satu orang dokter, juga disiapkan ruangan khusus sebagai tempat penanganan sementara jika ada yang terdeteksi.

“Kalau suhu tubuhnya normal, maka kotak-kotak dalam monitor masih kelihatan hijau. Tapi kalau suhu tubuhnya tinggi, misalnya di atas 38 derajat celcius maka kotaknya akan kelihatan merah dan dari mesin ini akan keluar suara atau bunyi,” terang seorang perawat, Rahmawati, kepada tim Sidak Ombudsman Sultra.

Rahmawati yang didampingi rekannya, Asriani, menyampaikan bahwa sejak alat tersebut di pasang pada jelang kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kota Kendari, November 2019, belum ditemukan penumpang yang menderita penyakit dengan gejala demam atau suhu tubuh tinggi, termasuk penderita penyakit karena virus Corona.

“Sejauh ini belum ada (penderita virus Corona, red). Dan kita berdoa mudah-mudahan tidak ada,” ucap wanita berhijab ini.

Baca Juga  Jadi Komoditas Super Prioritas, Porang Asal Konkep Digenjot

Rahmawati mengatakan, jika pihaknya menemukan ada penumpang yang terdeteksi mengidap penyakit dengan suhu badan tinggi maka langsung dilakukan upaya tindak lanjut.

“Penderita Corona ini kan ada tiga gejalanya; demam, batuk, dan radang tenggorokan. Jika misalnya ada yang terdeteksi, lalu kita periksa ternyata terdapat tiga gejala itu maka kita langsung hubungi rumah sakit untuk dilakukan penanganan serius.”

“Kita di sini punya nomor kontak semua stakeholder, termasuk pihak rumah sakit. Kalau ada yang butuh penanganan medis, kami langsung hubungi rumah sakit,” terang Rahmawati menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Kaper Ombudsman Sultra Mastri Susilo.

Setelah melihat cara kerja Body Thermal Scanner dan mendengar penjelasan petugas medis Kemenkes yang bertugas di Bandara, Mastri Susilo, berpesan kepada para petugas kesehatan di Bandara untuk lebih fokus dan teliti mengawasi kesehatan penumpang.

Apalagi, kata dia, masyarakat saat ini sedang was-was terhadap penyebaran virus Corona ini. “Harus dapat dipastikan bahwa setiap penumpang yang turun tidak membawa wabah penyakit, terutama virus Corona,” ucap Mastri.

Kepada panjikendari.com, Mastri mengakui, alat BTS tersebut memang sudah terpasang di Bandara Haluoleo namun untuk mengetahui apakah ada penumpang yang terdeteksi atau tidak, harus ada petugas yang tetap stand by di layar monitor.

“Terutama pada saat kedatangan pesawat pagi, karena biasanya tenaga kerja asing itu lewat pesawat pagi. Tapi nanti kita akan tetap pantau, apakah sistem pengawasan kesehatan dengan menggunakan alat itu berjalan sesuai SOP,” katanya.

Mastri juga mengajak kepada masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan untuk mengawasi keberadaan alat tersebut, jangan sampai tidak digunakan secara serius. (jie)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru