Panjikendari.com – Jumat pagi itu, 15 Agustus 2025, halaman Kantor Kemenag Kota Kendari, tempat pelaksanaan lomba sudah riuh sejak matahari baru naik. Tawa anak-anak bercampur teriakan penyemangat guru dan orang tua. Mereka datang dari berbagai Raudhatul Athfal (RA) di Kota Kendari, berseragam rapi, siap mengikuti lomba yang unik sekaligus menggemaskan: bola gotong dan menyusun menara donat.
Kemeriahan ini adalah bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Kendari. Dari 32 RA yang mendaftar, 28 sekolah hadir membawa tim terbaiknya.
Ketua panitia lomba, Dr. Nur Azaliah Mar, tersenyum puas melihat antusiasme peserta.
“Alhamdulillah hampir semua sekolah ikut. Semoga ini memicu semangat belajar anak-anak dan menumbuhkan keberanian tampil dengan percaya diri,” ujarnya.

Di antara deretan tamu, tampak Ketua IGRA Kota Kendari Suharlin, S.Pd. Ia menegaskan, lomba ini bukan sekadar soal siapa yang menang atau kalah.
“Ini ajang silaturahmi antar guru dan murid RA, sekaligus menanamkan cinta tanah air, kekompakan, dan kerjasama dalam tim,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua IGRA Provinsi Sultra, Irna Elyza, S.Pd., M.Pd. Baginya, perlombaan seperti ini punya nilai besar bagi perkembangan anak.
“Bukan hanya melatih motorik, tapi juga membentuk sportivitas dan memacu semangat. Semoga ke depan makin banyak kegiatan serupa,” ujarnya.
Hadir pula Kepala Tata Usaha Kemenag Kota Kendari, Paharuddin, S.Ag., M.Pd.I, Abdul Rahman, dan Pengawas RA Kota Kendari Hj. Afiatin, S.Ag., MA, memberi dukungan langsung kepada peserta.

Setelah hampir tiga jam lomba yang penuh teriakan riang, muncullah para juara.
Menara Donat: Juara 1 RA Al Hikmah, Juara 2 RA Asysafi’iyah, Juara 3 RA Al Hidayah.
Bola Gotong: Juara 1 RA Al Insyirah, Juara 2 RA Al Hikmah, Juara 3 RA Al Hidayah.
Saat pengumuman, wajah-wajah mungil itu sumringah—bukan hanya karena piala, tetapi juga karena momen kebersamaan yang tak terlupakan. Di balik tawa dan donat palstik yang tersusun tinggi, ada semangat kemerdekaan yang tumbuh sejak dini. (Fya)








