Lima Nelayan Wakatobi Terombang-Ambing Akibat Longboat Mati Mesin

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakatobi, Panjikendari.com — Lima nelayan asal Kelurahan Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, mengalami musibah di tengah laut. Longboat yang mereka gunakan untuk mencari ikan mati mesin di perairan sekitar Kapota, Senin sore, 28 April 2025.

Informasi ini pertama kali diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari dari keluarga korban, Ibu Wariah, sekitar pukul 19.20 Wita. Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi langsung bergerak cepat.

“Pukul 19.35 Wita, tim diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta perlengkapan SAR lainnya,” ungkap Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, dalam keterangan resminya.

Jarak dari Pos SAR Wakatobi ke lokasi diperkirakan sekitar 15 nautical mile (NM) atau sekitar 28 kilometer. Kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.

Adapun lima nelayan yang berada di atas longboat tersebut masing-masing adalah:

  1. La Muharudin (38 tahun)
  2. Bambang (38 tahun)
  3. Ajis (24 tahun)
  4. La Tiu (26 tahun)
  5. Afirudin (33 tahun)

Kelima korban berangkat dari Pelabuhan Marina pada pukul 15.00 Wita menuju Karang Kapota untuk mencari ikan. Namun, nahas, sekitar pukul 18.30 Wita, mesin longboat mereka tiba-tiba mati, menyebabkan mereka terombang-ambing di laut dan memerlukan evakuasi darurat.

Hingga berita ini ditulis, operasi SAR masih berlangsung. Tim SAR mengerahkan sejumlah perlengkapan termasuk rescue car, RIB, peralatan medis, dan peralatan komunikasi pendukung keselamatan.

KPP Kendari memastikan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan para nelayan tersebut dan akan menyampaikan perkembangan terbaru begitu proses evakuasi rampung. (*)

Editor: Jumaddin 

Facebook Comments
Baca Juga  Video Ular Piton yang Nyaris Memangsa Bocah di Muna

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:53 WITA

Ratusan Burung Endemik Sulawesi Diselamatkan dari Penyelundupan Laut

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Berita Terbaru