Setetes Harapan di Tengah Kekeringan Mowila

- Penulis

Kamis, 10 April 2025 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE SELATAN, Panjikendari.com – Langkah-langkah mereka menyusuri tanah retak bukanlah ritual pagi, tapi bentuk perlawanan terhadap sunyinya perhatian. Di Desa Mowila, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi mimpi yang terus diperjuangkan setiap hari.

Tanah di bawah kaki mereka menganga. Retak-retak itu seolah menggambarkan perasaan warga yang telah lama menanti kehadiran negara dalam urusan yang paling mendasar: air untuk hidup.

Di pagi yang terik, Marading dan beberapa warga lainnya berjalan memikul jeriken kosong. Mereka menuju sebuah sumur yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Sumur itu tak dalam, dan sering kali kering saat musim kemarau. Tapi hanya itu yang mereka punya.

“Kalau hujan turun, kami cepat-cepat tampung air dari atap. Itu jadi penyelamat. Tapi kalau musim kemarau begini, semua makin sulit,” kata Marading, Rabu 9 April 2025.

Antara Bukit, Jeriken, dan Doa

Letak Dusun 4 Desa Mowila yang berada di perbukitan menjadi tantangan tersendiri. Tak mudah menemukan mata air. Warga sudah berusaha membuat sumur bor secara swadaya, bahkan hingga kedalaman 20 meter. Tapi hasilnya nihil.

“Kami sudah coba bor, tapi tak keluar air. Mungkin karena daerah tinggi, atau memang tidak ada sumber air di bawah,” lanjutnya.

Lebih menyedihkan lagi, warga tak mampu membiayai pengeboran yang lebih dalam. Biaya hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan. Maka air, yang bagi sebagian orang hanya tinggal membuka keran, bagi mereka adalah hasil dari peluh dan perjuangan panjang.

Ketika Air Jadi Barang Mewah

Penampakan yang memperlihatkan warga Mowila memikul jeriken di atas tanah yang merekah menjadi potret nyata bagaimana krisis ini menua tanpa solusi. Bukan karena teknologi tak ada, melainkan karena perhatian yang belum juga tiba.

Baca Juga  Dua Bocah Hilang Dihantam Ombak di Dermaga Pulau Labengki

Air bersih yang seharusnya menjadi hak dasar warga negara, terasa begitu jauh dari jangkauan. Mereka hanya bisa menunggu. Pada hujan, pada bantuan, pada keajaiban.

“Kami hanya ingin hidup normal. Bisa mandi, bisa masak, tanpa harus menunggu langit,” ucap Marading dengan nada yang tak lagi meminta, tapi menegaskan hak.

Mowila Menunggu Jawaban

Krisis air bersih di Mowila bukan cerita baru. Tapi suara mereka tenggelam dalam kebisingan pembangunan. Padahal, tanpa air, tak ada kehidupan yang bisa dibangun.

Kini, warga Mowila hanya berharap agar suara mereka bisa sampai ke telinga para pemangku kebijakan. Bahwa di tengah perbukitan yang sunyi, ada jeriken-jeriken kosong yang menanti untuk diisi. Ada langkah-langkah letih yang terus bergerak demi setetes harapan.

Dan semoga, sebelum langit menurunkan hujan berikutnya, bumi ini—melalui tangan pemerintah—lebih dulu menyalurkan air untuk mereka. (*)

Facebook Comments

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel panjikendari.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut
Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe
Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air
MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital
Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep
Promo Januari 2026! Al-Munawwir Buka Kelas Berkuda & Panahan
Al-Munawwir Stable & Archery Reborn Gelar Pelatihan Dasar Berkuda di Kendari
Perjuangan Ojol Perempuan di Kolaka, Menghidupi Keluarga dari Jalanan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WITA

BMKG: 22 Gempa di Sultra dalam Sepekan, Terbanyak di Koltim dan Konut

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:00 WITA

Basarnas Kendari Turunkan Tim SAR Cari Dua Mahasiswa UHO yang Tersesat di Hutan Konawe

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:32 WITA

Belajar dari Malang, PDAM Kendari Percepat Digitalisasi dan Reformasi Tata Kelola Layanan Air

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:49 WITA

MI Al-Istiqomah Kendari Raih Akreditasi A, Perkuat Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Digital

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WITA

Basarnas Kendari Kirim Tim Bantu Pencarian Pesawat Hilang di Maros–Pangkep

Berita Terbaru