panjikendari.com – Kota Kendari kembali diguncang gempa, Rabu 27 Februari 2019 malam ini, pukul 23:17:34 Wita. BMKG mencatat, episenter gempa kali ini terletak pada koordinat 3.94 LS dan 122.61 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2,2 kilometer BaratLaut Kendari dengan kedalaman 10 kilometer, dengan kekuatan M=3,4.
#Gempa Mag:3.4, 27/02/2019 22:17:34 (Pusat gempa di darat 2.2 km Baratlaut Kendari), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II-III Kendari, #BMKG
— BMKG (@infoBMKG) February 27, 2019
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari di BaratLaut Kota Kendari
“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Kendari II-III MMI,” terang Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia.
Menurutnya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 23.25 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa susulan.
Sebelumnya, pada Rabu sore tadi jelang Magrib, pukul 17:19:59 Wita, gempa bumi tektonik melanda wilayah Kota Kendaridengan kekuatan M=3.6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.09 LS dan 122.61 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15.3 Barat daya Kendari, pada kedalaman 9.5 Km.
Gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari di Barat daya Kendari. “Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di di Kota Kendari II-III MMI,” kata Rosa Amelia.
Hanya beberapa jam setelah guncangan pertama dan sebelum gempa susulan di Kota Kendari, gempa sempat mengguncang wilayah Kolaka dengan kekuatan M=2.8 pada pukul 19.08.02 Wita di sebelah TimurLaut Kabupaten Kolaka.
Lokasinya pada koordinat 4.04 LS dan 121.71 BT, atau tepatnya di darat pada jarak 13 km TimurLaut Kolaka, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km.
Menurut Rosa Amelia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kolaka di TimurLaut Kabupaten Kolaka.
“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di di Kolaka II MMI,” katanya.
Tidak ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. (jie)






