Kolaka Utara, Panjikendari.com – Seorang pemuda bernama Rizal Arifin (25) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di embung atau danau buatan di Desa Lelewawo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, sejak Senin, 19 Mei 2025.
Informasi hilangnya korban pertama kali diterima oleh Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada Rabu, 21 Mei 2025, pukul 13.32 Wita. Laporan tersebut disampaikan oleh Kabid BPBD Kolaka Utara, Ramzah, yang melaporkan adanya kondisi membahayakan terhadap satu orang warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.45 Wita, Tim Rescue dari Pos SAR Kolaka langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Perjalanan menuju Last Known Position (LKP) atau lokasi terakhir keberadaan korban memakan jarak sekitar 224 kilometer dari Pos SAR Kolaka.
“Kami langsung mengerahkan tim ke lokasi setelah menerima informasi. Unsur SAR gabungan juga dikerahkan bersama aparat dan masyarakat setempat,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, dalam keterangan resminya, Rabu (21/5/2025).
Adapun kronologi kejadian, korban diketahui pergi memancing pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita di embung yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya. Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali. Keluarga yang melakukan pencarian menemukan sepeda motor dan alat pancing milik korban berada di sekitar embung, namun korban tidak ditemukan di lokasi.
Pencarian awal yang dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat belum membuahkan hasil. Saat ini, pencarian dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Staf Operasi KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Kolaka, BPBD Kolaka Utara, Polsek Batu Putih, Koramil Pakue, serta masyarakat dan keluarga korban.
Alat utama yang digunakan dalam pencarian antara lain rubber boat, peralatan selam, Aquaeye (alat deteksi bawah air), hingga peralatan medis dan komunikasi.
Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 7 km/jam dari arah timur laut. Tim SAR akan terus melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan. (*)
Editor: Jumaddin







